SuaraJatim.id - Sejumlah perantau di Wamena yang kekinian mengungsi ke luar Papua pascakerusuhan, mengakui keheranan atas tragedi tersebut.
Sebab, hubungan para migran dengan orang asli Papua sebelumnya berjalan secara baik, harmonis, dan tentram.
Itu seperti diungkapkan oleh Ahmadi. Ia mengatakan, saat tinggal di Wamena, selalu berhubungan baik dengan para warga.
Bahkan, ketika kerusuhan terjadi dan dia harus kabur menyelamatkan diri, orang-orang Papua di Wamena memberikannya jalan untuk mengindar.
"Saya dikasih jalan, ditolong, suruh lewat rumahnya sendiri. Kami lantas lari dari rumah, terus kejebak, untung di sana ada yang baik, ditolong, bersyukur kami," ungkapnya saat ditemui di Asrama Transito Disnakertrans Jawa Timur, Senin (30/9/2019).
Menurutnya, masyarakat di Wamena itu sama halnya seperti penduduk di daerah-daerah lain. Ada yang berperilaku buruk, pun baik.
"Alhamdulillah, sebenarnya tidak semuanya yang ada di sana itu berhati keras, ada juga yang baik, sama saja seperti di daerah-daerah lain," ujarnya.
Hal yang sama juga diucapkan oleh Asyari (46). Selama tiga tahun tinggal di Wamena dan bekerja sebagai tukang ojek, selalu berhubungan baik dengan warga setempat.
"Saya selama tiga tahun tinggal di Wamena hidup rukun bersama warga. Tak pernah ada konflik, kami sudah seperti saudara di sana" akunya.
Baca Juga: Kisah Mengerikan Warga Madura di Wamena: Jebol Plafon hingga Lari ke Gunung
Ia mengatakan, kerusuhan berupa pembakaran yang terjadi di Wamena bukan dilakukan oleh warga setempat. Namun, ia juga tak mengetahui secara pasti siapa pelaku kerusuhan tersebut.
"Saya sempat ketemu pak wakapolda, saya tanya bagaimana kok sampai terjadi seperti ini. Katanya 'itu pakde yang bakar bukan orang sini (Wamena)',"kata Asyari menirukan.
Kontributor : Arry Saputra
Berita Terkait
-
Kisah Mengerikan Warga Madura di Wamena: Jebol Plafon hingga Lari ke Gunung
-
Kritik HNW Karena Diksi 'Genosida', Ferdinand: Apa Enaknya Jadi Provokator?
-
Gubernur: 24 Warga Sulsel Meninggal Akibat Kerusuhan di Wamena
-
Cerita Heroik Mama-mama Papua Selamatkan Warga Saat Rusuh di Wamena
-
Kisah Mengerikan Perantau di Wamena yang Diselamatkan Penduduk Setempat
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Viral Guru Ngaji Banting Murid di Probolinggo, Buntut Mobil Tergores Sepeda
-
Polisi Bongkar Prostitusi Twin Tower Surabaya, Satu Tersangka Diamankan
-
Buntut Uang Rp 20 Ribu, Anak di Tuban Aniaya Ayah dan Adik Kandung hingga Patah Gigi
-
Libur Lebaran 2026, Kunjungan Wisata Bromo Tak Melonjak Drastis
-
1,1 Juta Agen BRILink Dorong Inklusi Keuangan Sampai ke Pelosok Negeri, Contohnya Rieche Endah