SuaraJatim.id - Warga Desa Jrebeng, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, yang berada di bantaran Bengawan Solo, harus bersusah payah mencari sumber air bersih untuk kebutuhan memasak, minum dan mandi.
Sebabnya, air pada Bengawan Solo menyusut. Padahal, Bengawan Solo adalah andalan warga setempat untuk mendapatkan pasokan air bersih.
Pantauan Suara.com, Sabtu (2/11/2019), Bengawan Solo mengering hingga tampak pasir dan endapan lumpur yang mengering. Selain itu, tidak ada sumur sebagai sumber air bersih.
Namun, rata-rata setiap rumah memiliki saluran air dari PDAM milik Badan Usaha Milik desa (BUMdes) yang sudah beroperasi kurang lebih sepuluh tahun.
Meski begitu, warga Desa Jrebeng mengunakan air PDAM yang diambil dari bendungan Dukun lama hanya untuk kebutuhan mandi. Untuk kebutuhan minum dan memasak rata-rata warga membeli air bersih.
Salah satu warga, Jrebeng Riyatun (38), mengaku setiap rumah memiliki saluran air PDAM dari BUMdes.
Namun, airnya yang saat musim kemarau seperti sekarang sedikit keruh, berbau dan payau. Alhasil, air itu hanya bisa di gunakan untuk mandi.
"Air PDAM ini hanya untuk mandi. Itupun kalau mandi pakai air ini, badan terasa gatal dan lengket. Airnya keruh dan bau, mau bagaimana lagi, tidak ada air bersih. Desa ini sangat sulit sumber air, menggali sumur saja harus sedalam 200 meter dan airnya pun payau," kata Riyatun.
Ibu dua anak itu melanjutkan, untuk kebutuhan minum dan memasak, warga terpaksa harus membeli air bersih dari desa tetangga yang airnya bersih dan tawar.
Baca Juga: Langka, Bengawan Solo di Kabupaten Gresik Kering
"Untuk minum dan masak, saya dan semua warga Jrebeng membeli air bersih dari tetangga desa seharga Rp.1000 per jiriken, itupun hanya biasanya 10 jeriken sehari sudah habis," ucap Riyatun.
Hal yang sama dirasakan Aminatun (49), yang memiliki usaha warung kopi di desa Jrebeng. Untuk kebutuhan masak dan minum, Ia harus membeli air isi ulang atau membeli dari penjual air sumur dari desa tetangga.
"Ya, saya beli air isi ulang atau beli dari penjual air bersih untuk warung kopi saya. Air PDAM milik BUMdes yang ada tidak bisa untuk di minum," ucap Aminatun.
Dengan kondisi seperti ini, Aminatun berharap Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Gresik memberikan kembali bantuan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
"Bantuan air bersih dari BPBD Pemkab sudah diberikan ke warga tapi sudah lama, kira-kira bulan lalu, itupun hanya satu dua tangki air bersih, hanya cukup satu dua hari saja. Warga berharap bantuan air bersih lagi selama musim kemarau ini untuk kebutuhan sehari-hari," kata Riyatun.
Petani Rugi
Berita Terkait
-
Langka, Bengawan Solo di Kabupaten Gresik Kering
-
Kekeringan, Warga Jebreng Salat Istisko di Tengah Bengawan Solo
-
Aliran Bengawan Solo di Ngawi Menghitam, DLH: Mengandung Timbal
-
Bantaran Bengawan Solo Longsor 10 Meter, Tujuh Rumah di Lamongan Rusak
-
Kembali Berbau Ciu, PDAM Solo Kembali Hentikan IPA Semanggi
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
Fakta-fakta Penemuan Bayi Laki-Laki di Kolong Meja Warung Gorengan di Lumajang
-
5 Fakta Maling di Pesawat Citilink Jakarta-Surabaya, 2 WNA China Ditangkap
-
Kasus Dana Hibah Jatim, KPK Hadirkan Gubernur Khofifah
-
5 Fakta Bocah 7 Tahun Tewas Hanyut di Selokan Driyorejo Gresik
-
BRImo Perkuat Bisnis BRI, Transaksi Digital Terus Meningkat