"Dalam seminggu saya seperti mengalami depresi dan lupa seminggu saya ngapain, awal masuk saya langsung disuruh bugil. Seperti penjahat kriminal, kenapa saya merasakan seperti ini?" tanyanya.
Padahal sebelum ditahan, Yuli mendapatkan hak-hak seperti di penjara pada umumnya di Hong Kong. Namun hal itu tak dirasakan sama sekali olehnya, untuk melakukan aktifitas pribadi berubah ibadah pun Yuli tak bisa melakukannya karena keterbatasan waktu.
"Saya pertama masuk di kasih hak hak, tapi di dalam situ tidak ada hak sama sekali. Jadi kami cuma ibadah jam 5 sampai jam 8 pagi itu saja. Hak kesehatan ini itu tertulis secara detail tapi tak seusai fakta. Saya diberikan akses dokter hanya ketika saya akan dideportasi. Saya juga mengalami mual muntah muntah dibiarkan, " jelasnya.
Kontributor : Arry Saputra
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum
-
Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT
-
Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah
-
BRI Salurkan Kredit Rp1.645,5 Triliun dan Perkuat Pembiayaan UMKM
-
Obral Akun WA Rp500 Perak, Hacker Asal Krian Raup Rp100 Juta untuk Promosi Judol Kamboja