SuaraJatim.id - Jalan Raya Sultan Agung Kabupaten Jember Jawa Timur akan ditutup selama sebulan. Hal ini buntut 10 ruko Kaliwates Jember ambruk ke Sungai Kalijompo.
Hal ini dikemukakan Ajun Komisaris Besar Moch. Risya Mustario, Kepala Seksi Jianrek Sub Bidang Jemenopsrek pada Sub Direktorat Keamanan dan Keselamatan Korps Lalu Lintas Kepolisian RI, saat berkunjung ke Jember, Selasa (3/3/3020) kemarin.
“Karena ini jalan nasional, untuk rekayasa lalu lintas dialihkan menuju Jalan Cokroaminoto dan Jalan Samanhudi. Jalan Sultan Agung ini sementara tidak difungsikan dulu karena ada pengerjaan proyek di bantaran Kali Jompo untuk merobohkan bangunan yang masih tersisa,” kata Risya.
Kendaraan tak boleh masuk ke Jalan Sultan Agung. Namun aktivitas perekonomian di Pasar Tanjung tetap berlangsung. Warga bisa melewati jalur lalu lintas yang ditetapkan kepolisian dan Dinas Perhubungan.
“Nanti kami akan koordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, kan ada Forum Lalu Lintas, bagusnya bagaimana: apakah dibuat one way atau dua arah, atau ada rekayasa. Yang jelas ini memang harus dinormalisasi karena berada di atas aliran Sungai Jompo,” kata Risya.
Sudah dibongkar
Pedagang yang menepati rumah toko atau Ruko Kaliwates aset Pemkab Jember di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur mulai melakukan pembongkaran. Ruko itu ada persis di sebelah 10 ruko yang roboh ke Sungai Kalijompo.
Mereka menyelamatkan bagian bangunan, terutama yang berbahan besi. Selain isinya mereka membayar beberapa tenaga sebelum perobohan.
Jimmy (50) salah satu pedagang di 31 ruko aset Pemkab Jember mengatakan pihaknya mendapatkan pemberitahuan akan adanya perobohan sekitar 4 bulan lalu. Dirinya mengaku tak keberatan berpindah tempat karena tahu risiko bahaya jatuhnya ruko ke sungai sebab pondasi yang sudah berlubang.
Baca Juga: Ruko Aset Pemkab Jember Dirobohkan, Pedagang Minta Relokasi atau Ganti Rugi
"Iya (sewa), punya saudara, saya yang jalanin (usahanya)," kata Jimmy di ruko Arkadia Komputer itu, Selasa (3/3/2020).
Dia mengatakan untuk sementara barang-barang dari toko yang selama ini mempekerjakan 5 orang karyawan itu, akan disimpan di rumahnya. Saudaranya yang merasa memiliki aset tersebut sedang berupaya memperjuangkan haknya atas tempat relokasi atau ganti rugi melalui jalur musyawarah.
Dimulai dari kemarin, setelah jatuhnya 10 unit ruko kosong ke Sungai Kalijompo, sebagian ruko dalam deretan itu yang masih dipakai mulai dikosongkan. Ditagetkan hari ini mereka selesai mengosongkan ruko untuk selanjutnya dirobohkan menggunakan alat berat.
21 Lainnya Harus Dirobohkan
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau 10 rumah toko (ruko) aset Pemkab Jember yang roboh di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember Kidul, Jawa Timur. Dia sepakat bahwa 21 unit lainnya yang berada di tepi jalan nasional dan di atas Sungai Kalijompo yang menjadi kewenangan provinsi itu, untuk dirobohkan.
Dia mengatakan sebetulnya perobohan total 31 ruko yang dibangun tahun 1976 itu telah direncanakan setahun sebelumnya setelah muncul rekahan di jalan beraspal di depan ruko. Namun beberapa kendala menghalangi pengosongan, pembongkaran dan perobohan toko, hingga jalan yang retakpun tak kunjung bisa dibangun ulang.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
- Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog
- 5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
Kecelakaan Maut di Tuban, Pengendara Motor Tewas Usai Tabrak Peserta Tongklek
-
Rebutan Lahan Lap Kaca Berujung Berdarah: Pengamen Kemoceng di Lamongan Tikam Rekan Sendiri
-
Diduga Sopir Mengantuk, Truk Pekerja Aspal Terguling Hantam Rumah di Ngawi: 1 Tewas, 7 Terpental
-
Tragedi KM Virgo Transport 8: Tim DVI Polda Jatim Kantongi 76 Data Ante Mortem
-
Tak Kapok Masuk Bui, Wanita 34 Tahun Diciduk Edarkan Narkotika di Surabaya