SuaraJatim.id - Aparat Satreskrim Polresta Mojokerto memeriksa lima orang saksi terkait penemuan bayi berjenis kelamin laki-laki yang ditemukan di atas loteng rumah warga, Jumat (3/4/2020) pekan lalu. Dari lima saksi yang diperiksa diketahui jika bayi dilahirkan di dalam kamar mandi lantai II dan dilempar ke atap.
Kasat Reskrim Polresta Mojokerto, AKP Sodik Efendi mengatakan, polisi sudah memeriksa sejumlah saksi termasuk seorang laki-laki, M (26) yang diduga kuat yang menghamili terduga pelaku pembuang bayi.
“Dari keterangan saksi dapat kami simpulkan, jika bayi tersebut baru dilahirkan,” kata Sodik seperti dilansir dari Beritajatim.com, kemarin.
Masih kata Kasat, bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut dilahirkan di dalam kamar mandi lantai II dan dibuang. Bayi ditemukan di atas atap rumah warga yang berada tepat di samping kanan rumah terduga pelaku, LD (19) dalam keadaan menangis kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Islam (RSI) Hasanah.
“Beberapa saat kemudian ibu diduga yang habis melahirkan dibawa ke RS. Kami sudah melakukan proses penyelidikan, dengan mendatangi TKP dan koordinasi dengan pihak dokter serta memeriksa beberapa saksi yang mengetahui. Untuk terduga pelaku belum kami mintai keterangan karena masih tahap pemulihan,” katanya.
Yakni perawatan intensif pasca melahirkan karena saat proses persalinan dilakukan dalam keadaan seadanya. Sehingga, lanjut Kasat, kondisi yang bersangkutan masih lemah dan belum bisa dimintai keterangan. Sementara status terduga pelaku hingga saat ini belum ada hubungan perkawinan.
“Kondisi bayi masih dilakukan perawatan instensif. Berdasarkan keterangan awal terduga pelaku, sementara mereka berniat tidak menginginkan bayi tersebut. Status mereka memang pacaran namun keterangan yang didapat jika pacarnya menginginkan bayi itu lahir,” kata dia.
Hingga saat ini, pihaknya masih meminta keterangan sejumlah saksi termasuk laki-laki warga Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto yang diduga kuat yang menghamili terduga pelaku pembuang bayi. Pihaknya juga masih menunggu hasil visum dan saksi ahli untuk menjelaskan hasil visum tersebut.
“Kami terapkan Pasal 80 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 308 KUHP dan atau Pasal 341 juncto Pasal 53 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,” kata dia.
Baca Juga: Usai Tampung WNI Wuhan, Bupati Natuna Tagih Janji Terawan: Mohon Dipercepat
Sementara itu, dari hasil pantauan di lokasi pembuangan bayi di Kelurahan Sentanan, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Mojokerto. Lokasi pembuangan bayi berada tepat di atap rumah tetangga rumah terduga pelaku. Jarak antara jendela kamar mandi lantai II dengan atap diperkirakan memiliki ketinggian antara 2 sampai 3 meter.
Berita Terkait
-
Bak Buk Bak Buk! Janda Digebuki Mantan Suami Pakai Helm karena Tolak Rujuk
-
Geger! Gadis Bunting Buang Bayi yang Dilahirkan ke Atas Genteng Rumah Parto
-
Baru Dilahirkan Masih Berlumur Darah, Bayi Ini Dilempar Ibu dari Jendela WC
-
Ditangkap Warga Masih Lemas, Wanita Muda Buang Bayi di Atas Loteng
-
Baru Lahir, Bayi di Mojokerto Dilempar ke Genting, Berlumuran Darah
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
Terkini
-
Modus Stempel Palsu & Belanja Fiktif: Ketua dan Bendahara KONI Pasuruan Dijebloskan ke Penjara
-
Dibuang di Teras Toko Beralas Selimut Pink, Bayi 3 Hari di Bangkalan Buat Hati Bu Kades Meleleh
-
Kemenkum Tegaskan Penutupan Situs Tak Bisa Asal, Aduan Pelanggaran Hak Cipta Harus Lewati Verifikasi
-
Dwi Bagus Jagal Sadis Madiun: Si Pintar Lulusan ITB Diburu Korporasi Asing dengan Gaji 9 Juta/Hari
-
Detik-detik Honda CR-V Membara di Tol Jomo: Pengemudi 61 Tahun Lolos dari Kepungan Api