SuaraJatim.id - Video yang memperlihatkan seorang pengendara motor dihadang petasan bambu viral di media sosial. Rekaman itu diunggah oleh akun @dolanmagetan pada Minggu (24/5/2020).
Pengendara motor tersebut diduga sedang dalam perjalanan mudik. Ia terlihat membawa tas dan memakai masker.
Seorang warga meminta pengendara motor itu untuk putar balik dan kembali.
Diduga, warga menghadang orang untuk melintas jalan itu sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19).
"Ayo mas, gak bisa dikasih tahu," kata warga.
Setelah itu beberapa pemuda mulai menyalakan petasan bambu. Pengendara motor sempat berusaha menutup telinga saat salah satu petasan bambu meledak.
Alhasil, pengendara motor ini memilih putar balik. Ia lalu mengendarai motor dan menjauh dari lokasi tersebut.
Akun @dolanmagetan menjelaskan bahwa peristiwa dalam video itu terjadi di Desa Ringinagung, Kecamatan Magetan, Jawa Timur.
Warganet pun memberikan beragam respon atas video viral itu. Beberapa netizen merasa tindakan warga yang memasang petasan bambu terlalu berlebihan.
Baca Juga: Empat Perusahaan di Jakarta Langgar PSBB, Didenda Uang Total Rp75 Juta
"Kalau boleh tahu kalian yang melakukan begitu dapet apa?" komentar @jo.ny1348
"Parah kasian tuh udah nyampe kampung balik lagi ke kota," tulis @r1yanto.
Sementara warganet lain merasa lucu melihat reaksi pengendara motor yang menutup kuping padahal sedang memakai helm.
Untuk diketahui, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo atau Jokowi, secara resmi telah melarang seluruh masyarakat untuk melakukan mudik Lebaran demi memutus mata rantai penyebaran Virus Corona jenis baru atau Covid-19 di Indonesia.
Juru bicara Kementerian Perhubungan RI, Adita Irawati mengatakan akan ada dua jenis sanksi yang akan dikenakan bagi pelanggar mudik. Sanksi ini diberlakukan pada periode 24 April-7 Mei dan 7 Mei-31 Mei 2020.
"Terkait pemberian sanksi bagi pelanggar larangan mudik, pada tahap awal penerapannya, pemerintah akan mengedepankan cara-cara persuasif," ujar Adita Irawati.
Berita Terkait
-
Pilu Bocah Penjual Kerupuk Menangis, Dibully sampai Dagangannya Berserakan
-
Bukannya Maaf-Maafan, Warga Desa Ini Malah Cekcok Gegara Petasan
-
Ngeyel Ogah Pakai Masker, Lalu Bongkar Barikade, Pria Wonosobo Minta Maaf
-
Tepergok Mau Mudik Lebaran, 2.717 Kendaraan Disuruh Putar Balik Lagi
-
5 Fakta Kades Dikeroyok Warga Gara-gara Larang Sholat Idul Fitri Berjamaah
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
Pilihan
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
-
Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
Terkini
-
Tiga Anggota Polri Jadi Tersangka Penyadapan Ilegal, Irwasum Tegaskan Bukan Kebijakan Institusi
-
Petani Sawit Berpotensi Keluar dari Sistem RSPO Jika Pendapatan Terus Menurun
-
BPBD Kabupaten Malang Tangani Banjir dan Longsor di Sejumlah Kecamatan
-
Banjir dan Longsor Terjang Malang Selatan, Sejumlah Akses Jalan Terputus
-
Longsor Rusak Pagar dan Plengsengan SDN 2 Pandean Trenggalek