SuaraJatim.id - Efek perkembangan teknologi di era 4.0 ini menyebabkan 'tsunami' teknologi digital. Rupa-rupa platform digital baru muncul untuk memudahkan ekosistem kerja dan bisnis perusahaan maupun individu.
Pendek kata, pertumbuhan platform yang bak cendawan di musim hujan itu sudah menjadi tren. Namun di sisi lain, realitanya masih banyak masyarakat kita sulit memanfaatkan aplikasi. Nah, di situlah Akhmad Ghofarudin Kurniawan berpikir menciptakan platform JustApp.
JustApp ini diklaim akan memudahkan seseorang menyelesaikan tugas hariannya membuat toko online sendiri sehingga mendorong efek positif pada pertumbuhan perusahaan.
"JustApp berkomitmen untuk menghadirkan teknologi dalam membantu peningkatan produktifitas perusahaan. Kami mencoba untuk memberi solusi dengan menghadirkan tools pembuatan aplikasi yang mudah dan cepat," kata Akhmad Ghofarudin Kurniawan pada Suara.com, Jumat (4/9/2020).
Pemuda 23 tahun ini memang ingin membantu perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sejak enam tahun lalu dia membuat terobosan supaya para pelaku UMKM bisa go-digital.
Kini, pria yang akrab disapa Iwan itu sudah memiliki platform sendiri. Para pelaku UMKM bisa dengan mudah memiliki aplikasi tanpa harus bergantung pada marketplace besar seperti Lazada, Tokopedia, maupun Bukalapak.
Menurut Iwan, platform yang dia ciptakan itu tidak ujug-ujug jadi. Butuh proses cukup panjang sebelum benar-benar ditemukan cara yang dianggap tepat untuk memajukan bisnis UMKM supaya bisa go digital.
Pemuda yang juga pengembang aplikasi Kampung Tangguh Semeru milik Polda Jatim itu mengatakan tertarik pada dunia IT sejak 2011. Tidak ada yang mengajarinya. Dia juga tidak sekolah maupun kuliah di jurusan IT.
Suami Martha Kurnia Prapisnindyah itu malahan mengaku belajar secara otodidak. "Sering browsing di internet soal cara pembuatan aplikasi," ujarnya.
Baca Juga: Profil Andhika Pratama yang Sedang Bahagia Dikaruniai Anak
Kurang lebih tujuh tahun lalu dia belajar bikin website, tepatnya Tahun 2012. Tidak sulit memang. Karena itu, dia ingin mencari tantangan lain. Akhirnya, sambil bikin website Iwan juga belajar coding, yaitu membaca kode dan algoritma komputer yang berkaitan dengan sistem operasi perangkat lunak dan perangkat keras.
Pada 2012 pula, selain belajar Iwan bisa membuat aplikasi untuk sistem operasi OS Android dan iOS Apple. Aplikasi pertama yang dia buat adalah livescore.
Menurut Iwan, aplikasi tersebut memang sederhana. Fungsinya hanya untuk menampilkan skor pertandingan bola dari berbagai negara di dunia. Karena skalanya tidak terbatas negara, Iwan mengatakan bahwa saat itu yang mengunduh aplikasinya mencapai 4 jutaan.
Padahal, Iwan merasa hanya coba-coba. Namun jumlah user bisa sampai 4 juta. Iwan lantas tertantang membuat aplikasi lain yang lebih bermanfaat. Lalu pada pada 2014, Ia membuat aplikasi toko online versi Android. Modelnya seperti marketplace yang menampung banyak pedagang kecil.
Masalahnya, saat itu pengguna ponsel Android tidak banyak. Yang masih tren saat itu adalah BlackBerry yang sistem operasinya lebih rumit. Para pelaku UMKM pun masih memanfaatkan website dan media sosial. Itu pun tak banyak.
Meski demikian, Iwan tidak ingin meninggalkan proyeknya tersebut. Dia tetap mempertahankan dan mengembangkannya. Ia percaya pengguna android akan semakin meningkat. Dan itu terbukti pada 2015-2016 user android melejit. "Yang download puluhan ribu. Mulai banyak user tahun 2017," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- Ini 3 Pilihan Terbaik HP Snapdragon Termurah dengan Layar AMOLED
- Lagu Runaway Menggema di SUGBK, Jadi Penutup Konser Kanye West di Jakarta
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Buyback BRI Berlanjut, Aset Tumbuh 11,7% pada Semester I 2026
-
Perselisihan di Hotel Diduga Jadi Motif Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun
-
Terkam CCTV! Perawat Puskesmas Kwanyar Laporkan Kades ke Polisi atas Dugaan Penganiayaan
-
Perluas Akses Bahan Pokok Harga Terjangkau Masyarakat, Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah Pacitan
-
Ber-IQ Tinggi dan Sarjana, Terkuak Alasan Dingin Jagal Madiun Bantai Istri Siri dan Anak