SuaraJatim.id - Ada saja cerita orang-orang konyol di tengah pandemi Covid-19 yang mengerikan ini. Kemarin ada cerita dari India, seorang suami yang membohongi istrinya telah terinfeksi Virus Corona.
Ia mengatakan bahwa virus membuatnya hampir mati. Lalu tiba-tiba dia menghilang tidak pulang-pulang. Si istri tentu panik sampai harus melapor ke kantor polisi bersama kerabatnya.
Polisi lantas mencari pria tersebut. Ternyata, mengaku terinfeksi Covid-19 itu cuma akal-akalan saja. Si suami membohongi istri agar bisa kabur dan tinggal bersama selingkuhannya.
Cerita orang-orang konyol yang berbohong telah terjangkit Covid ini bukan hanya terjadi di India. Di dalam negeri juga pernah ada beberapa kasus serupa, tapi motivnya berbeda.
Berikut ini tiga cerita orang-orang yang nekat berbohong terlah terjangkit Covid untuk menipu dan mengelabuhi orang. Cerita ini disarikan dari berbagai sumber:
1. Pria India bersandiwara kena Covid agar bisa bareng selingkuhan
Cerita ini tentu paling baru. Gara-gara pingin bareng selingkuhan, pria asal Mumbai, India, ini membohongi istrinya sedang terinfeksi Covid-19 dan hampir mati.
Dia nekat mengarang cerita untuk meninggalkan istrinya. Belakangan, sandiwara pria ini terbongkar. Ia ditemukan dalam keadaan sehat dan menetap di Kota Indore bersama perempuan lain atau selingkuhannya.
Insiden ini bermula ketika pria ini mengaku kepada sang istri bahwa ia positif terinfeksi virus corona dan "akan mati." Ia mengatakan cerita bohong ini melalui panggilan telepon. Setelah itu, ia langsung menonaktifkan ponselnya.
Baca Juga: Innalillahi! Peziarah Asal Jombang Meninggal Saat Zikir di Makam Sunan Giri
Keesokan harinya, saudara iparnya menemukan sepeda motor milik pria ini ditinggalkan begitu saja di Jalan Vashi, bersama dengan kunci kontak, helm, tas kantor dan dompet. Khawatir, pihak keluarga istri pun langsung membuat laporan orang hilang demi menemukan pria tersebut.
Operasi pencarian pun langsung dilakukan. Polisi berkeliling laboratorium pengunjian Covid-19 di seantero kota, hingga menyisir Sungai Vashi, memastikan ia tak melakukan hal buruk dan mengakhiri hidup karena putus asa.
Inspektur polisi yang terlibat dalam pencarian, Sanjeev Dhumal, mengatakan pihaknya juga melakukan pelacakan ponsel akhirnya menemukan sedikit bukti. "Minggu lalu, kami telusuri lokasi teleponnya di Indore," ujar Dhumal.
Pencarian pun diperluas ke Indore. Benar saja, pria itu dalam keadaan sehat bersama perempuan lain. Polisi menyebut ia telah menyewa tempat selepas mengubah identitasnya. Pria ini kemudian ditangkap dan dibawa kembali ke Navi Mumbai.
2. Ngaku kena Covid untuk Kelabuhi Satpol PP
Cerita lain datang dari Padang Sumatera Barat. Seorang perempuan mengaku sebagai orang dalam pemantauan (ODP) terkait virus corona atau Covid-19. Padahal sebenarnya perempuan ini kondisinya baik-baik saja.
Belakangan diketahui kalau pengakuan itu ternyata untuk mengelabui petugas Satpol PP, agar dirinya tidak terjaring razia. Ia mengaku pulang dari Jakarta 15 hari yang lalu dan dinyatakan ODP oleh petugas medis.
Perempuan berinisial FN (21) tersebut ditemukan bersama 10 orang lainnya dalam satu kontrakan di Kecamatan Lubuk Begalung, Padang, pada Rabu (1/04/2020).
Merasa ada yang janggal, petugas Satpol PP lalu membawa 10 anak muda ini. Mereka juga tidak bisa menunjukkan kartu identitas diri dan surat nikah kepada petugas Satpol PP Padang.
Setelah dihubungi orangtua yang bersangkutan, ternyata perempuan tersebut hanya mengaku ODP untuk membohongi petugas.
3. Ngaku kena Covid untuk kelabuhi polisi
Namanya Baba. Pria 30 tahun itu nekat mengaku sedang terjangkit Covid-19 untuk mengelabuhi polisi agar tidak diperiksa.
Ceritanya, pada Jumat 27 Maret 2020, sekitar pukul 02.30 WITA, Ia bersama beberapa kawan sedang berada di dalam Taman Pemakaman Umum (TPU) Beruangingg, Kampung Sapiria, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Pria penggali kubur ini bersama rekannya terjaring razia Tim Penikam Polrestabes Makassar. Ia lantas mengaku terjangkit Covid agar tidak dibawa ke kantor polisi. Selain itu, Ia juga kedapatan menyimpan banyak sejaki senjata tajam.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Jadwal Imsakiyah Kota Blitar Selasa 24 Februari 2026, Bolehkah Makan dan Minum Setelah Imsak?
-
Kronologi 8 Ribu Ekor Anak Ayam Mati Terpanggang di Blitar, Hangus Usai Blower Kandang Meledak!
-
Nasabah BRI Hati-hati, Terjadi Penipuan Pakai File APK di Batang!
-
Gubernur Khofifah Serahkan Apresiasi 100 Seniman, 20 Juru Pelihara Cagar Budaya, 46 Sertifikat WBTB
-
Buka Bersama di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Khofifah Apresiasi Izin Kampung Haji Indonesia