Pejabat di Kota Daegu mengatakan pria itu telah menerima vaksin sejak 2015 tanpa reaksi merugikan sebelumnya.
Para pejabat mengatakan 8,3 juta orang telah diinokulasi dengan vaksin flu gratis sejak dilanjutkan pada 13 Oktober, dengan sekitar 350 kasus reaksi merugikan dilaporkan.
Jumlah kematian tertinggi akibat program vaksinasi flu musiman sebanyak enam orang yang terjadi pada tahun 2005, menurut kantor berita Yonhap.
Bahkan sebelum pandemi virus corona, kepercayaan pada vaksin merupakan tantangan yang semakin besar bagi badan kesehatan masyarakat Korea Selatan.
Organisasi Kesehatan Dunia menyebut keragu-raguan vaksin sebagai salah satu dari 10 ancaman kesehatan global teratas tahun lalu.
Di Korea Selatan, jajak pendapat awal bulan ini menemukan bahwa 62 persen dari 2.548 responden di provinsi Gyeonggi, dekat Seoul, tidak mau divaksinasi Covid-19, bahkan jika vaksin disetujui, sampai semua pertanyaan keamanan dijawab sepenuhnya.
Vaksin flu Korea Selatan dipasok oleh pembuat obat yang berbeda, termasuk LG Chem dan Boryung Biopharma, sebuah unit dari Boryung Pharm.
Seorang pejabat dari Boryung Pharm mengatakan kepada Reuters bahwa perusahaan mengetahui kasus kematian tersebut, namun tidak segera memberikan tanggapan. LG Chem mengatakan perusahaan akan mengikuti saran pemerintah.
Seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun yang meninggal pada hari Jumat adalah kematian pertama yang dicatat oleh petugas setelah menerima vaksin. Anak itu meninggal dua hari setelah menerima suntikan flu di Incheon, dekat ibu kota Seoul.
Baca Juga: IDI Surati Menkes Terawan: Jangan Asal Suntik Vaksin Covid-19!
Seorang pria berusia sekitar 70 tahun, yang menderita penyakit Parkinson dan aritmia, adalah kasus terbaru. Dia meninggal di Daegu pada hari Rabu, sehari setelah menerima vaksin flu.
Pejabat di Kota Daegu mengatakan pria itu telah menerima vaksin sejak 2015 tanpa reaksi merugikan sebelumnya.
Para pejabat mengatakan 8,3 juta orang telah diinokulasi dengan vaksin flu gratis sejak dilanjutkan pada 13 Oktober, dengan sekitar 350 kasus reaksi merugikan dilaporkan.
Jumlah kematian tertinggi akibat program vaksinasi flu musiman sebanyak enam orang yang terjadi pada tahun 2005, menurut kantor berita Yonhap.
Bahkan sebelum pandemi virus corona, kepercayaan pada vaksin merupakan tantangan yang semakin besar bagi badan kesehatan masyarakat Korea Selatan.
Organisasi Kesehatan Dunia menyebut keragu-raguan vaksin sebagai salah satu dari 10 ancaman kesehatan global teratas tahun lalu.
Berita Terkait
-
IDI Surati Menkes Terawan: Jangan Asal Suntik Vaksin Covid-19!
-
Menurut Ahli, Vaksin Covid-19 Tak Mencegah dari Kematian walau Efektif
-
Surati Menkes, IDI Minta Pemerintah Tak Tergesa-gesa Beri Vaksin ke Warga
-
IDI Minta Pemerintah Tak Buru-buru Suntik Vaksin Covid-19, Ini Alasannya
-
Brasil Tolak Vaksin Buatan China: Rakyat Tidak akan Jadi Kelinci Percobaan
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah
-
BRI Salurkan Kredit Rp1.645,5 Triliun dan Perkuat Pembiayaan UMKM
-
Obral Akun WA Rp500 Perak, Hacker Asal Krian Raup Rp100 Juta untuk Promosi Judol Kamboja
-
Modus Stempel Palsu & Belanja Fiktif: Ketua dan Bendahara KONI Pasuruan Dijebloskan ke Penjara
-
Dibuang di Teras Toko Beralas Selimut Pink, Bayi 3 Hari di Bangkalan Buat Hati Bu Kades Meleleh