SuaraJatim.id - Puluhan pendekar dari dua perguruan berhadap-hadapan memadati Jalan Desa Wojoduwur, Kecamatan Mojowarno, Jombang, Jawa Timur. Mereka terlibat bentrok hingga menyebabkan tiga pendekar luka-luka.
Bentrok menegangkan antara IKSPI (Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia) Kera Sakti dengan PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) membuat masyarakat setempat ketakutan.
Tidak hanya di jalanan, bentrok bahkan meluas sampai depan RSK Mojowarno. Namun para pesilat tersebut membubarkan diri saat petugas Polsek Mojowarno datang ke lokasi. Tiga orang yang terluka berasal dari PSHT Ranting Mojowarno.
Mereka adalah Nur Achmad Halimi (23), Yogi Prasetyo (22), serta Choirul Anang (23). Ketiganya merupakan warga Desa Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno. Tiga pesilat itu mengalami luka memar di lengan dan luka lecet di kaki.
"Kedua belah pihak kita mediasi di Polsek Mojowarno. IKSPI Ranting Bareng diwakili Pujianto (Ketua IKSPI Baren) dan dari PSHT diwakili Samsul Huda (Ketua Ranting PSHT Mojowarno)," kata Kapolsek Mojowarno AKP Yogas sembari mengatakan bahwa mediasi berakhir hingga dini hari pukul 00.30 WIB, seperti dikutip dari beritajatim.com, media jejaring suara.com.
Dalam mediasi itu, kedua belah pihak meneken kesepakatan damai yang dituangkan dalam pernyataan tertulis dan bermaterai. Permasalahan tersebut dianggap selesai, kemudian disosialisasikan ke masing-masing anggota perguruan. Dengan begitu tidak ada lagi muncul dendam.
Selain itu, kata Yogas, dalam forum tersebut IKSPI juga memberikan santunan kepada tiga pesilat PSHT yang terluka. Santunan yang diberikan sebesar Rp 11 juta tersebut diterima oleh Choirul Anang disaksikan Kapolsek Mojowarno dan ketua ranting IKSPI dan PSHT.
Kapolsek juga berpesan kepada kedua belah pihak untuk membantu menjaga situasi damai di wilayah Mojowarno. Karena kecamatan tersebut akan melaksanakan pilkades, tepatnya di Desa Mojoduwur.
"Jika ada permasalahan lagi maka hal tersebut dianggap sebagai persoalan personal masing-masing, tanpa melibatkan perguruan. Dan Polsek Mojowarno akan menyelesaikan sesuai prosedur hukum yang ada," kata mantan Kasubbag Humas Polres Jombang ini.
Baca Juga: Ketua KPU Kabupateng Jombang Positif Covid-19, Termasuk OTG
Berita Terkait
-
Ketua KPU Kabupateng Jombang Positif Covid-19, Termasuk OTG
-
Tukang Becak Terlempar dan Tewas Setelah Tertabrak Mercedes Benz di Jombang
-
Sebar Ciri-Ciri Sapi, Polisi Jombang Bekuk Pencuri Spesialis Ternak Warga
-
Blokir Jalan Tengah Kota, Demo Tolak Omnibus Law di Jombang Rusuh
-
Mencekam! Video Bentrok Antar Perguruan Silat di Madiun Bikin Geram Netizen
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
Terkini
-
BRI Salurkan Kredit Rp1.645,5 Triliun dan Perkuat Pembiayaan UMKM
-
Obral Akun WA Rp500 Perak, Hacker Asal Krian Raup Rp100 Juta untuk Promosi Judol Kamboja
-
Modus Stempel Palsu & Belanja Fiktif: Ketua dan Bendahara KONI Pasuruan Dijebloskan ke Penjara
-
Dibuang di Teras Toko Beralas Selimut Pink, Bayi 3 Hari di Bangkalan Buat Hati Bu Kades Meleleh
-
Kemenkum Tegaskan Penutupan Situs Tak Bisa Asal, Aduan Pelanggaran Hak Cipta Harus Lewati Verifikasi