SuaraJatim.id - Namanya Yasimah. Nenek 75 tahun ini tidak bisa menerima bantuan pangan non-tunai dari pemerintah sebab namanya dicoret dari Program Kartu Sembako. Ia tidak lagi masuk dalam Keluarga Penerima Manfaat (PKM).
Padahal, nenek warga Dusun Kalimati Barat Desa Kalirejo Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik ini sangat membutuhkan bantuan tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Apalagi, kondisi si nenek sudah renta dan tidak memungkinkan lagi bekerja mencari uang.
"Ya, sejak bulan ini sudah tidak dapat. Tahunya saat cucu saya mau ambil bantuan sembako. Tapi kata petugasnya sudah tidak dapat lagi. Tapi ya tidak apa-apa, mau gimana lagi," katanya, seperti dikutip dari timesindonesia.co.id--jejaring media suara.com, Rabu (20/1/2021).
Yasimah menerangkan, biasanya setiap bulan dia menukar uang dalam kartu untuk mendapatkan bantuan. Ia mengaku sudah lama tercatat sebagai penerima manfaat. Namun sejak bulan ini, namanya dicoret dari program yang diinisiasi Kemensos RI itu.
Dari paket bantuan sembako tersebut, ia mendapatkan beras 12 Kg, buah, daging ayam dan telur ayam enam biji serta kacang. Bantuan itu biasanya cukup untuk kebutuhan makan dalam satu bulan.
"Berasnya cukup sebulan, tinggal cari lauknya saja. Selama ini saya memang menggantungkan bantuan itu untuk makan sehari-hari," katanya.
Lebih jauh Yasimah berharap bisa mendapatkan bantuan sembako kembali. Sebab selain sudah tua, dia hanya hidup bersama anaknya yang kebetulan sakit.
"Tentu harapan bisa dapat bantuan ini lagi, sudah tidak ada lagi yang mencarikan uang. Suami saya sudah lama meninggal, saya tinggal bersama anak yang terakhir kebetulan sedang sakit," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Kalirejo Saiful Arif mengatakan sejumlah warga penerima manfaat di desanya memang dicoret sehingga per Januari tidak mendapatkan lagi bantuan.
Baca Juga: Penyebar Hoaks Kasdim 0817 Gresik Meninggal Usai Vaksin Covid Ditangkap
Saiful melanjutkan, salah satu penerima manfaat yang dicoret adalah Nenek Yasimah. Dia pun kaget warganya yang kurang mampu dan butuh bantuan justru tidak mendapatkan bantuan.
"Kami menyayangkan sikap pencoretan sepihak yang dilakukan sebab tak pernah melibatkan desa," katanya.
Seharusnya, Saiful mengungkapkan, proses graduasi atau pencoretan KPM harus melibatkan desa harapan ke depan. Sebab, ia melanjutkan, rata-rata yang digraduasi golongan tak mampu.
Sementara itu dari data yang diperoleh Dinsos Gresik, ada 21.845 keluarga penerima manfaat (KPM) program kartu sembako dicoret atau digraduasi. Termasuk, nenek Yasimah warga Desa Kalirejo Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik.
Berita Terkait
-
Penyebar Hoaks Kasdim 0817 Gresik Meninggal Usai Vaksin Covid Ditangkap
-
Petrokimia Gresik Tanam Jagung Perdananya di Lombok Timur NTB
-
Fakta Dibalik Isu Kasdim Gresik Sugeng Riyadi Meninggal Disuntik Vaksin
-
2 Petinggi TNI di Gresik Diisukan Meninggal Setelah Divaksin, Ini Faktanya
-
Subhan Ditunjuk Menjadi Direktur Utama PT Semen Gresik, Ini Visi Misinya
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Misteri Meledaknya Mesin Pengering di SPPG Ngawi: Saat Tombol 'Start' Mengubah Dapur Menjadi Petaka
-
Selamat Tinggal 'Zombi Digital': Sekolah di Jawa Timur Resmi Batasi Penggunaan Gadget
-
Cegah Dampak Negatif Digital, Pemprov Jatim Resmi Berlakukan Pembatasan Gadget di SMA/SMK/SLB
-
Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
-
Mimpi ke Tanah Suci yang Terhenti di Ambang Pintu: Kisah Pilu 15 Jemaah Calon Haji Sumenep