SuaraJatim.id - Beberapa hari terakhir beredar di media sosial rumor dari orang tidak bertanggung jawab yang menyebut produk minuman kolagen dari Laili Waiteu tidak aman. Menanggapi itu, Kuasa Hukum PT Karya Laili Mendunia (KLM) membantahnya.
Mulyadi, kuasa hukum (PT KLM) menegaskan produk Laili Waiteu aman, sudah memiliki izin BPOM dan sudah didaftarkan sertifikat halal Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Akibat informasi tidak jelas tersebut, kata Mulyadi, perusahaan merasa dirugikan. Sebab, tak sedikit konsumen yang mempercayai kabar yang tidak bisa dipertanggungjawabkan tersebut.
"Oleh karena itu, kami memberikan somasi terbuka kepada siapapun pihak agar menghentikan penyebaran berita bohong dan mencemarkan nama baik produk Laili Waiteu," ujar Mulyadi, seperti dikutip dari beritajatim.com, media jejaring suara.com, Senin (25/1/2021).
Dijelaskan Mulyadi, berita-berita yang tersebar di media sosial ini dengan terang-terang menyatakan bahwa produk Laili Waiteu memililiki izin BPOM Palsu. Tak berhenti di situ, mengenai semua penghargaan yang telah diraih oleh produk ini dianggap hanya merupakan gimmick belaka.
"Bahkan, akun-akun tak bertanggung jawab memunculkan kabar yang tidak benar dan dengan sengaja ditujukan kepada produk ini. Akun-akun ini terang-terangan menghasut konsumen dan masyarakat agar tidak lagi mengkonsumsi produk yang notabene sudah berizin. Parahnya, akun-akun ini mengabarkan kalau produk Laili Waiteu telah ditarik dari pasaran. Tentu saja semua itu kabar bohong," kata Mulyadi.
Untuk itu, pihaknya selaku kuasa hukum PT Karya Laili Mendunia memberikan somasi terbuka kepada semua pihak-pihak yang menyebarkan berita-berita bohong (hoax) dan mencemarkan nama baik produk Laili Waiteu dengan narasi negatif di media sosial.
"Kami tegaskan agar menghentikannya dalam waktu 1×24 jam," kata Mulyadi selaku kuasa hukum PT Karya Laili Mendunia di hadapan awak media, Senin (25/1/2021).
Selain itu, pihaknya tak segan akan memproses ke jalur hukum pidana bagi penyebar berita bohong dengan UU ITE. Dan atas kerugian yang ditimbulkan, pihaknya juga akan memproses secara hukum perdata.
Baca Juga: Heboh Foto Bayi Tewas karena Vaksin Covid Sinovac, Pemerintah: Hoaks!
Mulyadi, juga mengimbau bagi reseller resmi atau tidak resmi agar tidak menjual produk Laili Waiteu di bawah harga yang sudah ditentukan. Maka dari itu untuk para sub distributor, agen, dan ambassador Laili Waiteu untuk tetap melakukan penjualan sesuai aturan yang telah ditentukan.
Dia juga meminta agar konsumen dan masyarakat di luar sana tidak mudah terprovokasi, apalagi dengan sengaja mengatasnamakan agama untuk menyebar berita bohong. Sebab, Laili Waiteu merupakan produk minuman kolagen yang saat ini sudah berizin BPOM dan sudah didaftarkan dalam MUI.
Sementara itu, General Manager (GM) PT Karya Laili Mendunia, Cicik S Utami menegaskan, semua kabar medsos yang beredar tidak benar adanya. Laili Waiteu adalah produk yang sangat aman untuk dikonsumsi. Produk Laili Waiteu tidak pernah ditarik resmi dari market (pasaran).
"Bagi para sub distributor, agen dan reseller agar tidak ragu menjual produk ini. Sebab, Laili Waiteu aman dan telah memiliki ijin edar. Bagi para konsumen agar selalu memperhatikan komposisi dalam kemasan," kata Cicik, Senin (25/1/2021).
Cicik menyatakan, untuk mengedukasi tim sub distributor, agen, reseller, ibu rumah tangga, pihaknya kerap melakukan seminar online dengan menghadirkan tokoh-tokoh nasional. Hal itu sebagai penyemangat bagi mereka yang ingin menjadi wirausahawan. Sebab, banyak pihak yang terdampak pandemi covid-19 terbantu dengan produk ini. Mereka bisa secara mandiri tetap bekerja dari rumah dari produk ini.
Produk minuman ini juga telah menjadi mata pencarian 12 ribu ibu rumah tangga yang ingin bangkit dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi. Pihaknya percaya kabar yang muncul terkait dengan produk ini merupakan salah satu tanda produk Laili Waiteu bakal meraih pangsa pasar yang besar dan terpercaya.
Berita Terkait
-
Heboh Foto Bayi Tewas karena Vaksin Covid Sinovac, Pemerintah: Hoaks!
-
5 Tips Menghadapi Berita Hoaks Covid-19
-
Fakta Dibalik Isu Kasdim Gresik Sugeng Riyadi Meninggal Disuntik Vaksin
-
Hoaks! Isu Kasdim 0817 Gresik Meninggal Usai Suntik Vaksin Sinovac
-
Pemuda Ditangkap Gegara Sebar Kabar Hoaks Terkait Vaksin Covid-19
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Oknum Pejabat Madiun Tertangkap Kamera Asyik Main Kartu Virtual saat Rapat Paripurna di DPRD
-
Skandal Makan-Minum: Mantan Wakil Ketua DPRD Jember dan Eks Istri Terbukti Korupsi
-
Hyundai Creta, SUV Keluarga dengan Kabin dan Bagasi Luas yang Paten Jadi Pengantar Liburan
-
Meredam Gejolak Zakat ASN: Pemkab Bondowoso Akhirnya Revisi Aturan Kontroversial
-
Gagal Total! Aksi Nekat Pengunjung Lapas Porong Sembunyikan Ekstasi di Dalam Mulut