SuaraJatim.id - Akses jalan ke Makam Paman Sunan Giri di Desa Gending, Kecamatan Kebomas, Gresik, kembali longsor, Rabu (3/2/2021) tadi pagi. Kondisinya mengkhawatirkan. Jalan yang dikelilingi jurang itu tidak bisa dilintasi kendaraan sama sekali sebab tanah ambles terkena longsor.
Dari pantauan di lapangan, untuk menuju makam, peziarah harus melintasi jalan setapak dan sempit. Jika tidak berhati-hati pejalan kaki bisa terperosok jatuh ke dalam jurang yang terkena longsor. Karena akses sulit, pengunjung atau peziarah yang datang ke makam semakin sedikit.
Kondisi yang lebih parah, terlihat di area dekat makam kerabat Sayid Abdurrahman. Makam itu nyaris terkena longsor. Jarak antara longsor dan makam hanya beberapa meter saja.
Juri Kunci Makam Sayid Abdurahman Paman Sunan Giri, Syaifuddin, mengatakan longsor kembali terjadi pada pukul 05.00 Wib tadi pagi. Beberapa warga yang melihat kejadian tersebut sempat mendokumentasikan. Longsor itu juga, disebut memutus akses jalan ke rumah warga dan masjid.
"Sebenarnya awal longsor terjadi pada tiga tahun lalu. Saat itu tingkat kerusakan tidak separah sekarang. Akses jalan masih bisa dilewati kendaraan roda dua," kata Syaifuddin saat ditemui di lokasi.
Syaifuddin menuturkan, longsor disebabkan akibat curah hujan yang sangat tinggi. Biasanya, jika satu hari terjadi hujan deras, malam atau paginya terjadi longsor. Lambat laun, ia juga khawatir longsor akan berdampak ke kediamannya dan makam Paman Sunan Giri itu.
"Khawatir juga, sempat berpikiran untuk mengungsi ke bawah. Lama-lama jelas bahaya, wong dapur saya sudah terkena. Apalagi di sini ada 3 rumah yang dihuni belasan orang," terangnya.
Sedangkan di area makam Paman Sunan Giri sendiri sebenarnya tidak terdampak besar. Di depan tangga makan hanya terlihat retakan longsor saja. Namun agar tidak menimbulkan korban jiwa, juru kunci menutupi kayu balok agar peziarah tidak melintasi gerbang tersebut.
"Ada satu makam kerabat Sayid Abdurohman yang hampir terkena longsor. Jaraknya hanya beberapa meter saja," tuturnya.
Baca Juga: Mencari Yusuf, Sebelum Hilang Sempat ke ATM Gresik Lalu Minta Tolong Via WA
Sementara itu kejadian longsor itu juga menjadi perhatian Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani. Bersama rombongan dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Yani meninjau langsung kondisi kerusakan akses jalan menuju makam. Ia juga berjanji akan memanggil para OPD terkait untuk bisa menindaklanjuti cepat persoalan ini.
"Mengingat longsornya cukup parah, terbilang sering dan membahayakan warga," pungkasnya.
Kontributor : Amin Alamsyah
Berita Terkait
-
Mencari Yusuf, Sebelum Hilang Sempat ke ATM Gresik Lalu Minta Tolong Via WA
-
Polisi Terus Dalami Kasus Pembunuhan Perempuan Jabar di Hotel Gresik
-
Hoaks Bikin Masyarakat Gresik Takut Divaksin
-
Viral! Remaja Kirim WA Minta Tolong Lalu Hilang di Eks Tambang Semen Gresik
-
Semen Gresik dan PWI Jateng Sukses Adakan UKW Se-Jawa Tengah
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Napas Sesak di Tengah Malam: Warga Plemahan Jombang Geruduk Pabrik Plastik yang Mencemari Lingkungan
-
3 Kali Dihantam Ombak, Nakhoda Tenggelam di Perairan Tanjungsari Pasuruan Ditemukan Tewas
-
Jeritan UMKM Probolinggo di Tengah Pemadaman Listrik Bergilir
-
Sembunyikan Sabu di Area Vital, Wanita Ini Tak Berkutik di Tangan Petugas Lapas Surabaya
-
Gara-gara Beda Baju, 2 Pemuda di Surabaya Dikeroyok Kelompok Perguruan Silat