SuaraJatim.id - Petani lagi panen raya malah melempar wacana impor beras. Tentu saja isu yang bermuasal dari omongan Menteri Perdagangan Muhammad Luthfi ini segera menjadi bola liar yang menggelinding hingga ke daerah-daerah.
Penolakan demi penolakan mencuat, termasuk di Jawa Timur (Jatim). Mulai petani, DPRD hingga sejumlah kepala daerah menolak kebijakan yang justru dianggap akan menyengsarakan petani itu.
Ketua Kelompok Tani Desa Paron Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri, Suyitno, menilai impor itu bisa dilakukan apabila terjadi darurat bencana, kemudian terjadi kelangkaan produksi dan stok terbatas.
"Nah, inikan justru kita memasuki panen raya. Saya yakin untuk stok beras cukuplah," katanya dikutip dari beritajatim.com, jejaring media suara.com, Senin (22/03/2021).
Tiga hari kemudian Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana merespons keluhan petani itu. Menurut dia, tahun ini Jawa Timur akan mengalami surplus beras, terutama untuk daerah yang dia pimpin.
Oleh sebab itu, kata dia, Kediri tidak butuh beras lagi. Pada 2020 daerahnya mengalami surplus diangka 49 ribu ton. Bila jumlah penduduk Kabupaten Kediri sebanyak 1,6 juta jiwa, maka kebutuhan beras masyarakat hanya 114 ton.
Senada dengan Dhito, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani juga menegaskan daerahnya selalu surplus beras. Sehingga dia tidak berharap beras impor masuk ke kabupaten di ujung timur Pulau Jawa tersebut.
"Banyuwangi tidak perlu impor beras. Di sini selalu surplus, bahkan beras Banyuwangi dikirim ke berbagai daerah. Kemarin sudah saya rapatkan dengan dinas terkait, kita hitung neraca beras, dan jelas bahwa tidak perlu beras impor masuk daerah ini," ujarnya.
Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Pangan, pada 2020, Banyuwangi menghasilkann 788.971 ton gabah kering giling (GKG) atau setara 495.079 ton beras. Adapun tingkat konsumsi beras sebesar 165.411 ton. Sehingga pada 2020 terdapat surplus 329.668 ton beras.
Baca Juga: PDI Perjuangan Kritik Rencana Impor Beras, Hasto Beberkan Alasannya
Memasuki masa Januari-Maret 2021, data Dinas Pertanian dan Pangan menyebutkan, produksi GKG Banyuwangi sebesar 158.892 ton atau setara 99.705 ton beras. Adapun tingkat konsumsi Januari-Maret 2021 sebesar 41.415 ton, sehingga terdapat surplus 58.290 ton beras.
DPRD Juga Menolak
Enggak hanya kepala daerah, DPRD sejumlah daerah di Jatim pun meminta agar pemerintah mengkaji ulang rencana impor beras tersebut. Salah satunya anggota DPRD Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Ketua DPRD Kabupaten Malang Sodiqul Amin, meminta pemerintah mengkaji lagi rencana impor beras sebab daerahnya selama ini juga mengalami surplus beras hingga ribuan ton.
"Kita berharap dikaji ulang, dipertimbangkan kembali terkait impor beras karena sesuai info yang kita terima, sekarang ini mendekati musim panen," ujarnya kemarin, Kamis (25/03/2021).
Dengan begitu petani yang memproduksi padi dan bergelut di sektor pangan, tidak dirugikan dengan adanya impor beras. "Kita yang memproduksi sektor pangan padi jangan sampai dirugikan dengan kebijakan itu," ujarnya.
Berita Terkait
-
PDI Perjuangan Kritik Rencana Impor Beras, Hasto Beberkan Alasannya
-
Polisi Gulung Komplotan Curanmor Spesialis Pikap di Jatim
-
Ribut-ribut Soal Pemerintah Impor Beras, DPRD Bantul: Petani Akan Merugi
-
Soal Impor Beras, Kustini: Kami Kampanye Borong Bareng Produk Petani Sleman
-
Stok Pangan Cukup, Wali Kota Tegal Tolak Rencana Impor Beras
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
Janji Bebas Rp 40 Juta Berujung Tragis, Napi Makelar Dihajar di Lapas Blitar hingga Kritis
-
Janda di Pasuruan Melonjak Gegara Nikah Siri, 48 Istri Gugat Cerai Usai Suami Ketahuan Poligami
-
Kecelakaan Maut di Manyar Gresik, Pemotor Tewas Terlindas Truk Trailer!
-
Erupsi Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas 5 Kilometer, BPBD Lumajang Keluarkan Imbauan Waspada
-
Jatim Target Produksi Jagung Tembus 5,4 Juta Ton 2026, Khofifah Ungkap Potensi Surplus Besar