SuaraJatim.id - Puluhan warga satu kampung di Desa Banyuurip, Kecamatan Kalidawir, Tulungagung, Jawa Timur, menjalani rapid test massal setelah enam orang meninggal secara beruntun.
Kampung tersebut segera dimasukkan zona merah Covid-19. Di kampung tersebut, sebelumnya juga ada sebanyak 12 orang dinyatakan positif Covid-19. Dan rapid test kali ini merupakan bentuk pencegahan dan tracing deteksi ulang korban.
Dari hasil dari rapid test tersebut, tiga orang diantaranya dinyatakan positif terinfeksi virus Corona. Proses pengambilan sampel darah warga dilakukan dengan pemeriksaan cepat menggunakan reagen antibodi. Tes ini dilakukan di Balai Desa Banyuurip.
Akan tetapi di awal pelaksanaan "tracing" kasus, hanya sedikit warga yang hadir untuk menjalani tes cepat COVID-19. Dari target penelusuran kepada 200 warga yang menjadi kontak erat dengan 12 penderita COVID-19 yang sudah terkonfirmasi sebelumnya (tiga di antaranya meninggal dunia), hanya 50-an orang hadir.
Hal ini membuat petugas bagian tracing dari Dinkes Tulungagung yang dibantu perangkat desa setempat memilih cara "jemput bola" dengan mendatangi warga yang menjadi sasaran pemeriksaan dari rumah ke rumah.
"Rapid test massal ini dilakukan lantaran ada 12 warga yang dinyatakan positif COVID-19, dan tiga di antaranya meninggal dunia dalam waktu hampir bersamaan," kata Kades Banyuurip Sugianto menjelaskan, seperti dikutip dari ANTARA, Rabu (05/05/2021).
Jumlah warganya yang meninggal dalam tempo berdekatan sebenarnya ada enam orang. Tiga orang berstatus positif COVID-19, sedang tiga lainnya belum sempat dilakukan prosedur pemeriksaan kesehatan sehingga belum diketahui statusnya apakah juga terpapar corona atau meninggal wajar sebab penyakit lain.
"Kami tidak berani ambil risiko, sehingga prosedur pemakaman tetap dilakukan dengan protokol COVID-19," katanya.
Untuk mencegah penularan menyebar keluar kampung, dua lingkungan RT yang menjadi sentra penyebaran wabah corona kini dilakukan pembatasan akses keluar-masuk.
Baca Juga: Gegara Kalah Judi Rp 1 Juta, Sugeng Habisi Nyawa Teman Sendiri
Tidak boleh ada satupun warga lingkungan setempat yang keluar, kecuali ada alasan yang dilaporkan kepada petugas jaga. Pun demikian halnya dengan warga dari luar lingkungan tersebut juga tidak diperkenankan masuk, kecuali petugas yang berkepentingan dalam penanganan wabah di daerah tersebut.
"Untuk logistik, warga yang terkonfirmasi positif disuplai oleh pihak desa. Segala upaya sudah kita lakukan secara maksimal,” kata Sugianto.
Sementara itu, Kasi Surveilance dan Imunisasi Bidang Pengendalian dan Penanganan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Satrio Wibowo mengatakan, investigasi ditargetkan menyasar 200 orang warga Desa Banyuurip, termasuk perangkat desanya.
"Untuk langkah awal kita tracing perangkat desa terlebih dahulu. Sebab di desa ini ada salah satu perangkat desa yang meninggal akibat COVID-19," ," kata Satrio.
Dari seluruh perangkat yang dilakukan tracing, lima orang perangkat dinyatakan reaktif sehingga dilanjutkan tes usap PCR.
"Kami juga melakukan tracing kepada keluarga perangkat yang reaktif itu, dan hasilnya ditemukan lagi tiga yang reaktif antibodi. Untuk tracing ini, kami menggunakan dua jenis tes kit, yaitu tes antibody dan PCR antigen," terang Satrio.
Berita Terkait
-
Gegara Kalah Judi Rp 1 Juta, Sugeng Habisi Nyawa Teman Sendiri
-
Hiu Paus yang Terdampar di Pantai Tulungagung Masih Anakan
-
Pantau Larangan Mudik ASN Tulungagung, Akan Diabsen Pakai Video Call
-
Puluhan Pengendara di Tulungagung Kena Tilang Elektronik
-
Peneliti Geologi Temukan Jejak Gunung Api Purba di Tulungagung
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Setelah Sang Kakak, Kini Adiknya Ditemukan Tewas di Pantai Seruni Payangan Jember
-
Ironi! Banyak Anggota DPRD Blitar Absen Saat Tradisi Sakral Brokohan Pancasila
-
BGN Segel 27 SPPG di Sampang Gara-Gara Limbah
-
Ban Pecah di Lajur Cepat, Tiga Kendaraan Terlibat Tabrakan Beruntun di Tol Surabaya-Mojokerto
-
Skandal 30 Detik Muda Mudi di Alun-Alun Sidayu: Fasilitas Publik Jadi Panggung Cinta Terlarang