SuaraJatim.id - Salah satu pengusaha top di Surabaya, Arief Harsono, meninggal dunia karena positif Covid-19. Ia mengembuskan nafas terakhir karena sekitar pukul 22.00 WIB, Jumat 2 Juli 2021 di RS Adi Husada Kota Surabaya.
Arif Harsono dikenal sebagai pengusaha sukses. Ia merupakan pendiri Samator Group, perusahaan bidang industri konstruksi mekanikal, elektrikal dan perdagangan alat kesehatan.
Samator didirikan pada 1971 dimana klien utamanya adalah perusahaan gas industri swasta nasional maupun asing, termasuk perusahaan BUMN. Selama pandemi ini, Samator menyuplai sebagian besar tabung gas oksigen untuk rumah sakit di Indonesia.
Ketua Umum DPP REI Totok Lusida membenarkan kabar tersebut. Ia tidak tahu persis sejak kapan salah satu tokoh Walubi ini dirawat di rumah sakit. "Tadi siang masih video call sama adik saya," katanya dikutip dari ngopibareng.id.
Kabar meninggalnya Arief Harsono ini mengejutkan banyak kawannya. Ia selama ini dikenal sebagai pengusaha yang berhasil ikut menangani persediaan oksigen ketika pandemi.
Dahlan Iskan, pengusaha yang dekat dengannya belum lama menulis tentang kiprahnya. Berikut tulisan dia tentang Arief Harsono selengkapnya. Di bidang oksigen putra Indonesia juga boleh dibanggakan: Arief Harsono. Ia pemilik PT Samator (Samarinda-Toraja).
Berkat kegigihannya kita sudah mandiri di bidang oksigen. Sudah menjadi raja di negeri sendiri.
Beberapa perusahaan asing justru kalah: tidak mampu bersaing dengan oksigen Samator. Bahkan ada perusahaan asing yang memilih tutup.
Tentu ada yang masih bertahan tapi tidak bisa besar: dari Amerika, Prancis, dan Italia. Sekarang ini Samator punya 48 pabrik oksigen di seluruh Indonesia. Termasuk di daerah yang secara komersial tidak menguntungkan, seperti Lombok.
Baca Juga: LANTUM: Kebijakan dan Inovasi Pelayanan Pertanahan di Kota Surabaya
Kemampuan produksinya mencapai 800 juta ton/tahun. Masih akan naik lagi kalau pabrik barunya di Surabaya beroperasi dua bulan lagi.
Saya tidak perlu lagi mengupas siapa putra Toli-toli, Sulteng ini.
Bahkan belakangan Samator membangun tangki-tangki penampung oksigen di rumah-rumah sakit. Oksigen tinggal dikirim dalam bentuk cair, dari pabrik ke tangki-tangki di RS itu.
Itulah sebabnya tidak sampai terjadi "drama" tabung oksigen seperti di India.
Berita Terkait
-
LANTUM: Kebijakan dan Inovasi Pelayanan Pertanahan di Kota Surabaya
-
Wali Kota Surabaya Sebut PPKM Darurat Bukan Untuk Bikin Susah Masyarakat
-
Juragan yang Aniaya ART di Surabaya Jadi Gila, Kuasa Hukum Minta Kasus Dihentikan
-
PN Surabaya Lockdown, 27 Pegawai Termasuk Hakim dan Scurity Positif Covid-19
-
Fakta Viral Foto IGD RSUD Dr Soetomo Penuh Jenazah Pasien Covid-19
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Ada 102 Perusahaan: Simak Jadwal, Syarat, dan Link Daftar Job Fair Jatim 2026
-
Overstay Setahun, Dua WNA Thailand Dideportasi dari Indonesia
-
Siasat Licik Istri Napi di Tulungagung: Selundupkan 54 Pil Penenang di Balik Botol Kopi
-
Topeng Alim Pembunuh Ibu-Anak Asal Madiun: Ikut Yasinan Warga Sebelum Diciduk di Jombang
-
Mitsubishi Destinator Ultimate: 7-Seater Family Car yang Bikin Perjalanan Keluarga Lebih Mewah