SuaraJatim.id - Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbaran mengatakan, kematian akibat Covid-19 di rumah sakitnya memang cukup tinggi. Selama dua hari sejak Minggu hingga Senin, 5-6 Juni 2021 tercatat 18 pasien meninggal.
Semuanya pasien yang meninggal tersebut positif Covid-19. Jumlah ini belum ditambah dengan kematian berstatus probable atau suspek. Rata-rata, kata dia, pasien yang meninggal itu datang ke rumah sakit dalam kondisi kritis.
Sebelumnya, video antrean pemulasaran jenazah Covid-19 di RSUD Jombang itu memang panjang. Nampak deretan jenazah di atas bed atau ranjang pasien di lorong kamar jenazah.
"Kematian akibat Covid-19 di RSUD Jombang memang cukup tinggi. Sebab rata-rata pasien yang datang sudah dalam kondisi kritis. Data terakhir, mulai Senin (5/7/2021) hingga Selasa (6/7/2021) pagi, ada 18 pasien meninggal," kata Pudji, dikutip dari beritajatim.com, jejaring media suara.com, Selasa (6/7/2021).
Sementara itu di depan kamar jenazah RSUD Jombang nampak sebuah kesibukan. Mobil ambulans berada di depan ruangan itu. Kemudian juga terlihat keluarga yang sedang menungu jenazah selesai dimandikan.
Bahkan ada beberapa dari mereka yang menggelar tikar di trotoar sembari menunggu proses pemulasaraan jenazah keluarga mereka.
Keluarga jenazah antre 11 Jam
Kepala Desa Sukodadi Kecamatan Kabuh, Sukoyo, menjadi salah satu orang yang harus menunggu di depan kamar mayat selama belasan jam. Sukoyo sedang menunggu proses pemulasaraan kerabatnya. Sebab, proses pemakamannya akan dilakukan dengan protokol covid-19.
Sukoyo mengaku mulai antre Senin (5/7/2021) pukul 18.00 WIB hingga Selasa (6/7/2021) siang. Itu pun belum selesai. "Menunggu sekitar 18 jam. Masih banyak keluarga lain yang menunggu proses pemulasaraan jenazah," kata Sukoyo.
Baca Juga: Kewalahan! Viral Video Antrean Panjang Pemulasaran Jenazah Covid di RSUD Jombang
Sementara itu, berdasarkan update di lama Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang, Selasa (6/7/2021) pukul 15.00 WIB, jumlah pasien Covid-19 yang meninggal sebanyak 10 orang. Dengan tambahan tersebut jumlah kumulatif pasien meninggal menjadi 605 orang.
Dalam update tersebut juga tercatat ada penambahan 72 pasien positif Covid per hari ini. Sehingga jumlah kumulatif positif covid mencapai 5.610 kasus. Kabar gembiranya adalah terdapat tambahan 39 pasien sembuh. Sehingga jumlah kumulatif pasien sembuh mencapai 4.633 orang.
Dari pergeseran data tersebut juga diketahui bahwa positif Covid-19 yang aktif sebanyak 372 kasus. Dari jumlah tersebut sebanyak 315 orang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Jombang, sedangkan 57 orang lainnya menjalani isolasi mandiri (isoman).
Berita Terkait
-
Kewalahan! Viral Video Antrean Panjang Pemulasaran Jenazah Covid di RSUD Jombang
-
21 Pegawai Positif Covid, PN Jombang Jadi Klaster Baru dan Dilockdown
-
Pengadilan Negeri Jombang Lockdown Akibat 21 Pegawainya Terpapar Covid-19
-
Dua GKJW Tertua Ini Tetap Lestari di Jatim, Salah Satunya di Kota Santri
-
Heboh! Anak-anak Jombang Ini Lagi Main Nemu Bayi Merah Mengambang di Sungai
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
Empat Nyawa Melayang dalam Ledakan Pabrik SPS Lamongan, Polisi Libatkan Labfor
-
Razia Gabungan Lapas Kelas II A Kediri, Petugas Temukan Barang Berbahaya Ini
-
Pemkot Surabaya Rebut Kembali Lahan Senilai Hampir Rp1 Triliun
-
Dicecar Kasus Dugaan Penipuan Rp214 Juta, Wawali Blitar: Jangan Tanya di Luar Urusan KONI
-
Dicap Underbow PKI oleh Majalah Terbitan Kemenag, GMNI Meradang: Fatal, Ini Bukan Sekadar Typo