SuaraJatim.id - Bagi kalian yang biasa melewatkan sarapan, harus baca ini. Ternyata menurut beberapa ahli telat sarapan pagi memiliki efek kurang baik pada tubuh.
Pagi hari memang waktu yang sibuk bagi sebagian orang, sehingga ada kalanya lupa sarapan. Banyak yang hanya mengambil cemilan, kopi untuk sarapan, kemudian pergi.
Padahal sarapan bisa dibilang sebagai waktu makan yang paling penting dalam sehari. Karena jika terus-terusan melewatkannya, bisa berdampak besar pada kesehatan Anda.
Jadi, meski sulit, sarapan pagi yang sehat adalah sebuah keharusan. Tapi juga jangan kemudian sarapan dengan cara yang tidak sehat. Beberapa ahli menyebut sarapan memang opsional. Asalkan mengonsumsi makanan sehat sepanjang hari, tidak sarapan bukan persoalan yang besar.
Jika kamu merasa lapar di pagi hari, silakan makan sarapan yang sehat. Namun, jika kamu tak merasa lapar, dan tidak merasa perlu sarapan, maka jangan memakannya. Sesederhana itu.
Meskipun begitu, ada juga beberapa ahli yang punya berpendapat lain. Menurut studi, melewatkan sarapan bisa menimbulkan beberapa efek negatif pada tubuh. Lantas, apa saja dampaknya saat melewatkan sarapan? Berikut ini dikutip dari halodoc.com:
1.Meningkatkan Risiko Obesitas
Bagi kamu yang was-was terhadap kelebihan berat badan, rasanya perlu harap-harap cemas. Studi dalam Arab Journal of Nutrition and Exercise, melewatkan sarapan dikaitkan dengan risiko kelebihan berat badan atau obesitas pada anak-anak dan remaja di Arab Saudi.
Hal sebaliknya berlaku, mereka yang rutin sarapan dikaitkan dengan penurunan risiko kelebihan berat badan atau obesitas. Meski begitu, karena sifat studi observasi yang kurang kuat, para ahli mengatakan masih membutuhkan studi lebih jauh untuk membuktikan hal tersebut.
Baca Juga: Jangan Salah, Sarapan Ternyata Bisa Cegah Berat Badan Naik
2.Meningkatkan Risiko Masalah Jantung
Dampak melewatkan sarapan juga bisa menyasar organ vital seperti jantung. Menurut studi dari Universitas Harvard, pria yang melewatkan sarapan memiliki risiko 27 persen lebih besar terkena serangan jantung atau penyakit jantung, daripada mereka yang memiliki kebiasaan sarapan.
Meski penyebab langsungnya belum diketahui secara persis, para peneliti menduga bahwa bertahan dalam keadaan puasa lebih lama bisa memicu stres fisik dan membuat tubuh bekerja lebih keras, dan menyebabkan perubahan metabolisme.
"Perubahan hormon untuk membantu menjaga kadar gula darah, dan kecenderungan kenaikan berat badan pada pasien yang melewatkan sarapan, telah dikaitkan dengan penyakit jantung," jelas Christian J. Gastelum, MD, ahli endokrinologi di PIH Health di Whittier, California, AS.
3.Tidak Produktif
Dampak melewatkan sarapan juga bisa membuat kita jadi tidak produktif dan sulit berkonsentrasi. Pasalnya, tubuh terutama otak tak memiliki “bahan bakar” untuk beraktivitas atau bekerja bila tidak sarapan.
Berita Terkait
-
Jangan Salah, Sarapan Ternyata Bisa Cegah Berat Badan Naik
-
2 Kunci Utama Turunkan Berat Badan: Jangan Lupa Sarapan dan Kurangi Camilan Manis
-
Bukannya Langsing, Kebiasaan Sarapan Ini Malah Bisa Bikin Tambah Gemuk
-
Sedang Hits! Simak Resep Croffle Wangi dan Lembut ala Devina Hermawan
-
5 Rutinitas Pagi Penuh Manfaat yang Sering Ditinggalkan
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Jaga Rekening Nasabah Tetap Aman, BRI Terus Perkuat Sistem Perlindungan
-
Khofifah Sambut 152 Siswa ADEM Papua di Jatim, Tegaskan Komitmen Cetak SDM Unggul
-
Diduga Masih Hidup, Keluarga Putuskan Hentikan Pencarian NS yang Hilang di Sungai Brantas
-
Pemprov Jatim Raih Penghargaan IDEAS 2026 atas Kinerja Komunikasi DEI dan ESG Terbaik
-
Si Brilian dari Magetan: Kisah Sapi Bermata Tiga yang Menolak Ditawar Harga Selangit