SuaraJatim.id - Dalam sepekan hidup Iona Annora Nurani Anindia (11), bocah asal Surabaya Jawa Timur ini berubah total. Tiga anggota keluarganya meninggal dunia akibat Covid-19.
Bocah perempuan yang akrab disapa Ara itu kini berstatus yatim piatu, miskin mama dan papa. Ia tinggal bersama kakak dan bibiknya yang difabel. Ibunya lebih dulu meninggal sepuluh tahun lalu. Lalu ayahya, Imam, meninggal pada 12 Juli kemarin.
Sebelum ayahnya, neneknya Bunga Iswati meninggal pada 9 Juli, dan kakeknya Kasiran pada 7 Juli 2021. Semuanya meninggal sebab terinfeksi Covid-19.
"Semua meninggal dengan terkonfirmasi positif Covid-19," kata Ketua RT 3 Ketua RW 3 Jagiran, Jalal, saat dikonfirmasi di Surabaya, Minggu (15/8/2021) malam.
Jalal menceritakan, bahwa indikasi Covid-19 ini diketahui berawal dari Imam, kemungkinan besar dari tempat bekerja Imam, dan menular ke Keluarga.
"Pak Imam mengikuti tes swab dan diketahui positif. Ternyata, ini menular kepada Pak Kasiran dan Bu Bunga," katanya.
Sebelum meninggal, masing-masing juga sempat mendapatkan perawatan secara intensif di RSUD dr Soewandhie. Meskipun ketiga keluarganya meninggal karena Covid-19, beruntung Rara diindikasikan negatif Covid-19.
Sepeninggal Imam, praktis Rara menjadi yatim piatu. Sebab, ibu Rara sudah meninggal sejak 2012 silam.
Saat ini, Rara tinggal bersama kakaknya (18 tahun) yang baru lulus SMK dan bibinya. Sayangnya, bibi Rara merupakan penyandang disabilitas. "Kami lantas mengupayakan permintaan bantuan kepada pemkot," katanya.
Baca Juga: Wow! David Purnomo, ABG Keturunan Surabaya Ini Jadi Mahasiswa Termuda di Seatle Amerika
Jalal mengajukan bantuan makanan melalui program permakanan. Rara bersama bibinya akan mendapatkan makanan dari Pemkot 3 kali sehari.
Selain program permakanan, Jalal juga mengkhawatirkan pendidikan Rara. Ia menyebut bocah berambut ikal ini sudah lama tidak bersekolah.
Pihak Pemkot Surabaya melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) pun telah datang berkunjung, Jumat (13/8/2021) kemarin. Hadir juga pihak kecamatan dan kelurahan.
Dari hasil kunjungan tersebut, Rara disebut enggan bersekolah jauh dari tempat tinggalnya. Ia juga ingin tetap tinggal bersama bibinya.
Camat Tambaksari, Ridwan Mubarun pun mengambil sikap. Bahkan, Ridwan siap menjadi orang tua asuh bagi Rara. "Saya sudah datang ke rumah Rara dan bertemu dengan Rara," kata Ridwan ditemui terpisah di hari yang sama.
"Saya sampaikan, 'Kamu sekarang menjadi anaknya Pak Camat. Kamu harus sekolah'. Saya memberi motivasi," imbuhnya.
Berita Terkait
-
Wow! David Purnomo, ABG Keturunan Surabaya Ini Jadi Mahasiswa Termuda di Seatle Amerika
-
PAN Tunjuk Zuhrotul Mar'ah Gantikan Anggota DPRD Surabaya yang Meninggal
-
Sisa Insentif Nakes di Surabaya Segera Dibayar
-
Kehilangan Orang Tua Akibat Covid-19, 120 Anak di DIY Yatim Piatu
-
Siapkan 30 Mobil Vaksinasi Keliling, Pemkot-Polrestabes Surabaya Jemput Lansia
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Napi Korupsi 'Nyanyi', Pejabat Lapas Blitar Terseret Pusaran Jual Beli Sel Senilai Rp60 Juta
-
Kepanikan Pecah di Jabal Magnet: 47 Jemaah Calon Haji Probolinggo Alami Kecelakaan Bus
-
Motif Masih Gelap: Teka-teki Mayat di Kebun Jagung Jombang Akhirnya Terungkap
-
Dipecat, Guru SD di Jombang Melawan: Indisipliner atau Efek Kritik Fasilitas Sekolah?
-
Imigrasi Kediri Deportasi Paksa Dua WNA China yang Langgar Izin Tinggal