SuaraJatim.id - Kemenangan militan Taliban di Afghanistan ditandai dengan jatuhnya Ibu Kota Kabul ke tangan mereka, Minggu (15/08/2021). Berita ini segera membuat gaduh dunia.
Di jagat media sosial, Taliban sempat memuncaki trending di Twitter. Media-media di dunia memberitakan keberhasilan kudeta Taliban setelah terlibat perang dengan pemerintah setempat yang didukung Amerika Serikat.
Warga Asing di Afghanistan pun ramai-ramai eksodus keluar Kota Kabul dan meninggalkan negeri mereka. Bahkan Presiden Ashraf Ghani pun sejak kemarin sudah kabur keluar negeri.
Di Twitter, CBS News mengunggah video pendek detik-detik ribuan orang memadati bandara Kabul hendak eksodus meninggalkan kota mereka.
Meskipun begitu, Taliban menyatakan perang telah berakhir di Afghanistan dan menyerukan hubungan damai dengan komunitas internasional.
Juru bicara kelompok gerilyawan itu, Mohammad Naeem, dalam wawancara dengan stasiun TV Al Jazeera mengatakan bahwa Taliban tidak ingin hidup terisolasi.
Dia mengatakan aturan kekuasaan dan bentuk pemerintahan akan segera diselesaikan. Taliban menghormati hak-hak perempuan dan kaum minoritas, serta kebebasan berekspresi dalam hukum syariat Islam, kata Naeem.
Dia menambahkan Taliban ingin menjalin hubungan damai dan membangun komunikasi yang telah mereka buka dengan negara lain.
"Kami meminta semua negara dan entitas untuk duduk bersama menyelesaikan berbagai masalah," kata Naeem.
Baca Juga: Taliban Ambil Alih Ibu Kota Afghanistan Setelah 20 Tahun Perang Melawan AS
Pemberontak Taliban memasuki Kabul pada Minggu dan Presiden Ashraf Ghani meninggalkan Afghanistan. Ghani mengatakan dirinya ingin menghindari pertumpahan darah.
Situasi itu membuat Taliban semakin dekat dengan pengambilalihan kekuasaan Afghanistan, 20 tahun setelah mereka digulingkan oleh invasi pasukan asing pimpinan AS.
Naeem mengatakan tak ada diplomat atau kedutaan yang menjadi target serangan dan Taliban akan menjamin keselamatan warga negara asing dan misi diplomatik.
Pelarian Ghani tidak diperkirakan sebelumnya dan "bahkan orang-orang dekatnya pun tidak mengiranya," kata Naeem.
"Kami siap berdialog dengan semua tokoh Afghanistan dan akan menjamin perlindungan yang mereka perlukan," kata dia pada Mubasher TV Al Jazeera.
Taliban telah meraih hasil yang telah diperjuangkan dan dikorbankan selama 20 tahun, kata Naeem, dan akan mengadopsi kebijakan yang tidak mencampuri urusan negara lain.
"Kami telah mencapai apa yang kami cari, yaitu kebebasan negara kami dan kemerdekaan bagi rakyat kami," kata dia.
"Kami tidak akan membiarkan siapa pun yang memanfaatkan tanah air kami untuk menyerang seseorang, dan kami tidak ingin menyakiti mereka."
"Kami tidak berpikir bahwa kekuatan asing akan mengulangi lagi kegagalan mereka di Afghanistan." ANTARA
Tag
Berita Terkait
-
Taliban Ambil Alih Ibu Kota Afghanistan Setelah 20 Tahun Perang Melawan AS
-
Presiden Ashraf Ghani Tinggalkan Afghanistan, Ini Pesannya untuk Taliban
-
Jerman Kirim Pesawat Militer ke Afghanistan untuk Evakuasi Warga
-
Angkat Kaki saat Taliban Berkuasa, Presiden Afghanistan Tuai Kecaman
-
Sosok Ashraf Ghani, Presiden Afghanistan yang Melarikan Diri dari Negaranya
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
BRI Salurkan Kredit Rp1.645,5 Triliun dan Perkuat Pembiayaan UMKM
-
Obral Akun WA Rp500 Perak, Hacker Asal Krian Raup Rp100 Juta untuk Promosi Judol Kamboja
-
Modus Stempel Palsu & Belanja Fiktif: Ketua dan Bendahara KONI Pasuruan Dijebloskan ke Penjara
-
Dibuang di Teras Toko Beralas Selimut Pink, Bayi 3 Hari di Bangkalan Buat Hati Bu Kades Meleleh
-
Kemenkum Tegaskan Penutupan Situs Tak Bisa Asal, Aduan Pelanggaran Hak Cipta Harus Lewati Verifikasi