SuaraJatim.id - Persebaya Surabaya harus mengakui keunggulan PSIS Semarang dalam lanjutan laga BRI Liga 1 Indonesia dengan sekor 2-3 di Stadion Wibawa Mukti Cikarang, Minggu (03/10/2021) malam.
Dengan kekalahan ini, klub kebanggaan arek-arek Suroboyo itu masih tercecer di papan tengah di posisi 12 klasemen sementara. Klub bajul ijo baru mengemas enam poin dari enam kali laga setelah dua kali menang dan empat kali kalah.
Dalam laga malam kemarin, gol-gol PSIS dicetak Fandi Eko Utomo menit ke 14, Bruno Silva menit ke 17 dan Jonathan Cantillana menit ke 52. Sedangkan, gol Persebaya dicetak melalui gol bunuh diri Wallace Costa menit 25 dan Johan Yoga Utama menit 85.
Sejak wasit Nusur Fadillah meniup peluit kick off, kedua tim tampil saling serang, bahkan menciptkan beberapa peluang.
Menit ke 14, melalui skema tendangan penjuru, Fandi Eko Utomo yang mendapat bola di luar kotak penalti melakukan tendangan keras menyusur tanah yang gagal diantisipasi oleh kiper Persebaya Andhika Ramadhani.
Usai gol, putra kandung Yusuf Ekodono yang sempat beberapa musim membela Persebaya itu tak merayakannya dengan selebrasi, bahkan memberikan gestur mengangkat tangan permintaan maaf.
Tiga menit berselang, PSIS menggandakan keunggulan menjadi 2-0 melalui Bruno Silva. Pemain asal Brasil itu memanfaatkan bola muntah kiper Persebaya usai memblok tendangan Septian David Maulana.
Tertinggal dua gol, Persebaya semakin bermain terbuka dan mempercepat tempo permainan. Hasilnya, upaya Bruno Moreira melakukan umpan tarik dari sisi kanan pertahanan PSIS Semarang berbuah gol bunuh diri menit ke 25.
Kapten PSIS Wallace Costa yang bermaksud memotong umpan, tapi bola malah terdorong ke dalam gawang. Kiper Jandia Eka Putra yang berusah menyelematkan gawang tak bisa berbuat banyak. Skor 2-1 dan Persebaya memperkecil kedudukan.
Baca Juga: Anak Asuhnya Libas Persela Lamongan 3-0, Pelatih Arema FC: Tidak Boleh Cepat Puas
Di sisa waktu babak pertama, berkali-kali "Bajol Ijo" mencoba menembus pertahanan lawan, namun barisan belakang yang dimotori Dewangga Santosa mampu mengamankan gawang dan skor tak berubah hingga jeda.
Babak kedua, Pelatih Persebaya Aji Santoso yang berambisi menyamakan kedudukan langsung mengganti dua pemain dan memasukkan striker Jose Wilskon serta gelandang muda enerjik Marselino Ferdinan.
Tapi, justru PSIS yang memperbesar keunggulan setelah Jonathan mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik sebagai algojo penalti. Hukuman diberikan wasit setelah bola sundulan Septian David Maulana mengenai tangan Jose Wilkson.
Kembali tertinggal dua gol membuat Aji Santoso mengubah strategi dengan memasukkan pemain depan menggantikan gelandang bertahan. Striker jangkung Johan Yoga Utama dimainkan menggantikan M Hidayat untuk menambah daya gedor tim.
Lima menit menjelang laga bubar, Johan Yoga Utama yang jarang dimainkan oleh Aji Santoso menunjukkan kualitasnya melalui gol yang dicetak dengan sundulan kepala memanfaatkan umpan silang terukur Taisei Marukawa.
Pelatih PSIS Semarang Imran Nahumarury juga melakukan rotasi untuk memperkuat lini pertahanan. Hingga wasit meniup peluit panjang, skor tidak berubah.
Berita Terkait
-
Anak Asuhnya Libas Persela Lamongan 3-0, Pelatih Arema FC: Tidak Boleh Cepat Puas
-
Lagi Istirahat di Depan Kios Tambal Ban Diseruduk Xenia, 1 Tewas 1 Luka Serius
-
PSIS Semarang Gebuk Persebaya Surabaya 3-2 di Wibawa Mukti
-
Hasil BRI Liga 1: Arema FC Habisi Persela, Bhayangkara FC Kukuh di Puncak Klasemen
-
Link Live Streaming BRI Liga 1: Arema FC vs Persela Lamongan
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Kronologi Anak Terjepit Teralis Bangku di RSUD Jombang, Damkar Turun Tangan
-
Warga Keluhkan Parkir Liar di Tulungagung, Dipungut Rp 5 Ribu di Depan Hotel
-
Miris! Lansia Tokoh Masyarakat Cabuli Anak di Surabaya, Korban Diancam dan Diiming-imingi Jajan
-
Pacitan Diguncang 1.135 Gempa Sepanjang 2025, BPBD Ingatkan Kesiapsiagaan Warga
-
Kasus Napi Aniaya Napi di Lapas Blitar Berujung Maut, Korban Tewas Kritis dan Stroke Otak