SuaraJatim.id - Alun-alun Magetan jadi tempat mesum lantaran kondisinya yang gelap. Meski demikian, pemerintah daerah setempat terkesan lepas tangan.
Ya, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) menyatakan, kewenangan menjaga ruang publik ada di Satpol PP. Sedangkan terkait keberadaan kamera pengawas atau CCTV dipastikan tak berfungsi akibat lampu penerangan juga dimatikan.
“Kami tidak ada pengawas khusus atau penjaga alun-alun. Yang kami punya adalah petugas yang mengelola kawasan Alun-alun saja. Yakni yang melakukan pembersihan dan perawatan taman,” kata Kabid PSU, RTH dan Pertanahan Disperkim Magetan, Jojok Djohar Sorianto mengutip dari Beritajatim.com jaringan Suara.com, Rabu (6/10/2021)
Ia menambahkan, petugas pengelola Alun-alun Magetan tidak memiliki kewenangan untuk melarang aktivitas warga. Meski kini kawasan taman di depan Pendapa Surya Graha itu masih ditutup dan diberi segel Satpol PP.
“Mereka kan hanya mengelola. Tidak bisa jika turut mengusir warga yang masuk. Bagaimanapun yang bisa memberi teguran hanya Satpol PP dan Damkar,” kata Jojok.
Diberitakan sebelumnya, sebuah video pasangan muda-mudi asyik mesum di Alun-alun Magetan Jawa Timur ramai digunjing warga. Rekaman berdurasi 12 menit itu viral dan tersebar di grup-grup warga.
Kedua sejoli ini nampak pelukan di tengah remang-remang lampu alun-alun. Hingga tanpa sadar aksi tak elok mereka ini direkam oleh seorang warga setempat. Padahal, kondisi Magetan sendiri masih menerapkan PPKM.
Dalam rekaman video warga tersebut nampak keduanya tengah duduk bermesraan di kawasan taman alun-alun. Lampu yang ada di alun-alun nampak belum dimatikan, sehingga aksi pasangan mesum tersebut bisa terlihat orang lain.
Terkait masalah ini, Satpol PP dan Damkar Magetan mengakui kalau perlu evaluasi dalam pengawasan di kawasan alun-alun. Hal ini disampaikan Kasatpol PP dan Damkar Magetan Rudy Harsono.
Baca Juga: Viral! Pasangan Mesum di Alun-alun, Tetep Bercumbu Meski Ada yang Lewat
Menurut dia, setidaknya ada dua pos yang paling berdekatan dengan kawasan tersebutm yakni Pos Kantil di Kantor Bupati Magetan dan Pos Pendapa Surya Graha. Namun, personel tak mampu jika harus berkeliling alun-alun.
"Karena personel di tiap pos hanya dua orang. Mereka hanya fokus di dua area itu saja. Tak bisa kalau harus sampai di alun-alun. Perlu skema ulang untuk menambah personel yang bisa sampai ke alun-alun," ujarnya seperti dikutip dari beritajatim.com, jejaring media suara.com, Minggu (3/10/2021).
Rudy membenarkan kalau patroli terakhir dilakukan pada Sabtu (2/10/2021) malam. Untuk hari Minggu masih nihil. Meski begitu, pihaknya membenarkan kalau kawasan alun-alun tetap steril selama PPKM. sejauh ini, hanya pedagang saja yang diperbolehkan beraktivitas.
Itu pun sebatas di kawasan parkir timur. "Untuk kawasan alun-alun harus steril. Tapi, masyarakat kerap masuk sendiri dengan merusak garis larangan," kata Rudy.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
Terkini
-
Tidak Ada Berita Seharga Nyawa: Aksi Solidaritas Wartawan untuk 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau
-
Gubernur Khofifah Terima Audiensi PT Wiraraja Madura Internasional dan Delegasi Investor Kawasan
-
Dipecat PDIP Usai Kunjungi Jokowi, Achmad Hidayat Singgung Eri-Armuji
-
Santriwati di Ponpes Malang Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual, Polisi Turun Tangan
-
Mimpi Ekspor ke Swedia Pupus, Gudang Kerajinan Jati di Ngawi Terbakar Hebat