SuaraJatim.id - DPRD mengusulkan agar Pemkot Surabaya melakukan lelang pasar. Ini merespon dampak kerugian dari Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya, Kota Surabaya.
Anggota Komisi C Bidang Pembangunan, DPRD Kota Surabaya, Buchori Imron mengatakan, dari sekitar delapan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemkot Surabaya, PD Pasar tidak pernah profit atau untung.
"Saya juga heran, pasar yang seharusnya menjadi sentral pencetak uang karena disitu banyak transaksi jual beli, justru dalam pengelolaannya malah tertimpa kerugian terus menerus," katanya mengutip dari Antara.
Dijelaskannya, ada sekitar 60 pasar yang aktif di Surabaya. Hanya PD Pasar Surya yang tak menghasilkan. Bahkan membayar pajak saja, utangnya mencapai Rp20 miliar.
Baca Juga: Info Vaksin Surabaya Hari Ini 16 Oktober 2021, Ada Vaksinasi Massal di Gelora Pancasila
"Ini untuk urusan pajak saja, belum lagi urusan sampah. DKRTH (Dinas Kebersihan Ruang Terbuka Hijau) Surabaya untuk membuang sampah saja dianggarkan Rp170 miliar setiap tahun, termasuk sampah pasar," ujarnya.
Mestinya, kata Buchori, biaya buang sampah pasar tidak perlu dibantu DKRTH, melainkan cukup PD Pasar Surya saja.
Oleh karena itu, lanjut dia, khusus BUMD yang satu ini perlu mendapat perhatian serius dari Pemkot Surabaya. Ia menyarankan sebaiknya PD Pasar Surya dikelola oleh profesional, atau dilelang agar dikelola pihak ketiga sehingga kinerja PD Pasar Surya bisa untung.
"Jika PD Pasar Surya untung maka Pemkot Surabaya juga untung, tidak pusing mikirkan kinerja pasar saja," ujarnya.
Buchori menjelaskan, pasar yang akan dilelang sistemnya adalah dikelola pihak ketiga dengan jangka waktu 2, 3, atau 4 tahun jadi seperti kontrak. Ketika sudah dilelang logikanya pasar-pasar yang ada akan untung karena dikelola orang yang profesional dan kredibel.
Baca Juga: Diduga Dianiaya Suami Akibat Sering Main TikTok, Istri di Surabaya Tewas di Pelukan Anak
Jika pasar yang ada di Suabaya itu dikelola oleh orang yang paham mengenai pasaran, kata Bukhori, maka dipastikan akan profit. Berbeda dengan orang yang tidak paham, maka akan rugi terus.
Berita Terkait
-
Arus Balik Lebaran 2025, 18 Ribu Pemudik Tiba di Stasiun Pasar Senen
-
Harga Tiket Kapal Laut Makassar-Surabaya April 2025 dengan Jadwal Terbaru
-
POCO M7 Pro 5G Rilis Diam-diam di Pasar Global, Bawa Spek Tinggi!
-
Penjualan Karpet di Pasar Gembrong Merosot 50 Persen, Pedagang Jerit: saat Covid-19 Malah Mendingan!
-
Keluhkan Penjualan Merosot, Pedagang Mainan di Pasar Gembrong: Lebaran Sudah Nggak Berpengaruh
Tag
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Syok, Bapak 11 Anak dengan Hidup Pas-pasan Tolak KB: Kan Nggak Mesti Begitu
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Review Pabrik Gula: Upgrade KKN di Desa Penari yang Melebihi Ekspektasi
Pilihan
-
Jadwal Timnas Indonesia U-17 vs Yaman, Link Live Streaming dan Prediksi Susunan Pemain
-
Minuman Berkemasan Plastik Berukuran Kurang dari 1 Liter Dilarang Diproduksi di Bali
-
Nova Arianto: Ada 'Resep Rahasia' STY Saat Timnas Indonesia U-17 Hajar Korea Selatan
-
Duh! Nova Arianto Punya Ketakutan Sebelum Susun Taktik Timnas Indonesia U-17 Hadapi Yaman
-
Bukan Inter Milan, Dua Klub Italia Ini Terdepan Dapatkan Jay Idzes
Terkini
-
Dari Desa untuk Warga, THR dan Jaminan Sosial Wujud Kepedulian Desa Wunut
-
Wanita Probolinggo Ditemukan Tewas Misterius di Pinggir Jalan
-
BRI Sokong UMKM Habbie: Minyak Telon dengan Ragam Aroma Terbanyak untuk Pasar Global
-
Jumlah Wisatawan ke KBS Surabaya Diprediksi Meningkat Hingga Hari Minggu
-
10 Korban Longsor di Jalur Cangar-Pacet Berhasil Ditemukan