SuaraJatim.id - Sejumlah perempuan yang tergabung dalam Front Mama-mama Indonesia menggelar aksi di depan DPRD Jatim siang tadi, Kamis (28/10/2021).
Mereka menyorot kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan salah satu anggota DPRD Jatim.
Dalam aksinya itu, mereka menyampaikan surat terbuka kepada Kepala Kepolisian Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Listyo S Prabowo, untuk mengawasi laporan kasus KDRT diduga dilakukan oknum anggota DPRD Jawa Timur.
Dengan membawa spanduk dan poster berisi aspirasinya, mereka melaksanakan aksi simpatik di kawasan Markas Besar Kepolisian Indonesia di Jakarta Selatan.
Poster dan spanduk itu menampilkan wajah oknum anggota DPRD Jawa Timur yang dilaporkan atas kasus KDRT dan asusila ke Polda Jawa Timur.
"Bertepatan Hari Sumpah Pemuda ini kami datang menyampaikan surat terbuka kepada Kapolri," kata Koordinator Front Mama-mama Indonesia, Vera K, di sela aksi tersebut.
Ia mengatakan maksud dari surat terbuka itu, meminta Prabowo untuk memantau laporan polisi kasus KDRT dan asusila yang diduga dilakukan oleh anggota Fraksi Gerindra DPRD Jawa Timur itu.
Menurut dia, kasus itu sudah dua bulan dilaporkan dan berjalan di tempat dalam penanganan Polda Jawa Timur. Laporan polisi dengan nomor LP/B477/.01/IX/2021/SPKT Polda jatim tangal 2 September 2021 dengan terlapor bernama BK.
"Kami dari Front Aksi Mama-Mama Indonesia menyampaikan surat terbuka kepada Kapolri untuk memonitoring kasus hukum dugaan KDRT dan asusila yang telah hampir dua tahun berjalan di tempat dalam penanganan Polda Jawa Timur, untuk segera menangkap dan menahannya," kata Vera.
Baca Juga: Kasus Pencemaran Nama Baik Bupati Bojonegoro, Polda Jatim Periksa Wabupnya
Selain itu, dalam aksi ini aktivis perempuan juga mendesak Prabowo Subianto selaku pucuk pimpinan Partai Gerindra untuk menindak tegas kadernya. ANTARA
Berita Terkait
-
Kasus Pencemaran Nama Baik Bupati Bojonegoro, Polda Jatim Periksa Wabupnya
-
Miris! 2 Bulan Ini 72 Pendekar Silat Ditangkap Kasus Kekerasan dan Bikin Rusuh Jatim
-
Jonathan Frizzy Masih Tinggal Seatap karena Takut Rumah Jatuh ke Tangan Istri?
-
Polda Jatim Sebut Santriwati Korban Dugaan Perkosaan di Mojokerto Bertambah
-
Kejam, Ayah Tembak Anaknya karena Tak Berhenti Main Gitar
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Mau Ajukan Kartu Kredit Online? Kenali 4 Pilihan Kartu Kredit Bank Mega dan Keunggulannya
-
Didesak Mahasiswa, Dua Universitas di Jember Ogah Tanda Tangan Penolakan SPPG di Kampus
-
Jebol di Siang Bolong: Tahanan Narkoba Rutan Bangil Kabur Lompat Tembok
-
Teka-teki Mayat Wanita di Mobil Bandara Juanda Terkuak: Ternyata Pejabat di Pemkab Bangkalan
-
Nestapa Peternak Ayam Petelur di Magetan: Pakan Mencekik, Hasil Ternak Jadi Pajangan Gudang