Scroll untuk membaca artikel
Chandra Iswinarno
Kamis, 09 Desember 2021 | 11:07 WIB
Akses menuju lokasi terdampak Erupsi Gunung Semeru di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang mulai dijaga ketat pada Kamis (9/12/2021) pagi ini. [Beritajatim.com]

SuaraJatim.id - Bupati Lumajang Thoriqul Haq menginstruksikan pembatasan akses menuju lokasi terdampak Erupsi Gunung Semeru di Desa Supiturang Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang pada Kamis (9/12/2021) pagi.

Pembatasan tersebut dilakukan untuk mempermudah akses bagi petugas agar bisa menjalankan tugas dalam proses penanganan bencana.

Pada Kamis pagi, sejumlah petugas menjaga portal di depan Balai Desa Supiturang menuju dusun yang terdampak Erupsi Semeru yang terjadi pada Sabtu (4/12/2021).

“Pembatasan ini kami lakukan atas instruksi Bupati Lumajang. Pertama alasannya untuk mempermudah akses petugas dan relawan untuk proses evakuasi warga terdampak,” kata Wadanki Satbrimob Polda Jatim, IPDA Devi Krisyana yang menjaga portal di depan Balai Desa Supiturang.

Baca Juga: Update Jumlah Korban Erupsi Gunung Semeru

Dikutip dari Beritajatim.com-jaringan Suara.com, Devi mengemukakan, penjagaan tersebut sesuai dengan instruksi dari Bupati Lumajang.

Dia menjelaskan, penjagaan di jalan masuk tersebut untuk menghalau masyarakat yang tidak berkepentingan.

“Kita halau masyarakat yang tidak berkepentingan. Karena apa untuk memudahkan aktivitas petugas dan relawan menolong warga serta evakuasi barang,” katanya.

Dia mengemukakan, selain menyeleksi warga dan pihak lain yang tidak berkepentingan, langkah tersebut merupakan antisipasi terjadinya pencurian di wilayah terdampak bencana. Lantaran, masih banyak barang miliki warga terdampak erupsi Semeru yang masih berada di dalam rumah.

“Barang berharga warga masih ada dirumah. Kita lakukan evakuasi biar tidak terjadi pencurian dan penjarahan, masyarakat yang tidak berkepentingan kita halau agar tidak masuk lokasi bencana,” ujarnya.

Baca Juga: Kabar Gunung Semeru, BNPB Melaporkan 39 Korban Meninggal dan 13 Hilang

Selain itu dia mengemukakan, hanya petugas TNI-Polri serta relawan bencana serta warga setempat yang boleh memasuki kawasan terdampak.

Load More