SuaraJatim.id - Sebelumnya dikabarkan kalau rencana pemulangan eks pengungsi Syiah di Sidoarjo batal. Ternyata, Pemkab Sampang hanya menunda saja hingga awal 2022.
Hal ini dipastikan oleh Kepala Kantor Bakesbangpol Kabupaten Sampang Anang Djoenaidi. Ia mengatakan, pemulangan memang terkendala sejumlah hal hingga terpaksa harus ditunda lebih dulu.
Ia memastikan awal tahun depan para pengungsi eks Syiah akan dipulangkan ke kampung halamannya di Desa Blu’uran Kecamatan Karang Penang dan Desa Karang Gayam Kecamatan Omben.
Penundaan itu, Anang menjelaskan, diantaranya karena petugas pengamanan masih fokus pada pengamanan Natal dan Tahun Baru, kemudian penganggaran juga sedang tutup buku.
Sehingga, berdasarkan rapat koordinasi lintas intansi menghasilkan kesepakatan bersama bahwa pemulangan eks Syiah dengan sistem gelombang, yakni tahap pertama 26 Kepala Keluarga (KK) meliputi 104 jiwa.
"Berdasarkan usulan Tim 5 yang meliputi perangkat desa, Kades dan tokoh kemudian dilaporkan kepada KH. Syafiuddin Abdul Wahid Rois Syuriah PCNU, para ulama khos Sampang, disepakati oleh Bupati dan Tim Kabupaten," katanya seperti dikutip dari beritajatim.com, jejaring media suara.com, Selasa (28/12/2021).
"Opsi awal pelaksanaan memang akhir Desember namun karena terkendala beberapa hal yakni Pam Nataru dan kendala penganggaran sehingga opsi alternatif disiapkan pada Januari Minggu ke-2 Tahun 2022," ujarnya menambahkan.
Lebih lanjut Anang menambahkan, penjemputan eks pengungsi Syiah, akan ditampung sementara di rumah para kerabatnya yang sudah difasilitasi oleh Pemkab Sampang seperti bantuan sosial.
Tetapi untuk pemberdayaan dan pemukiman pihaknya akan koordinasi lebih inten dengan Pemprov Jatim selaku stakeholder penanganan konflik Sampang.
Baca Juga: Eks Pengungsi Syiah Sampang di Sidoarjo Gagal Dipulangkan, Ini Penyebabnya
"Situasi di bawah sudah sangat kondusif menjadi sejarah tanda berakhirnya Konflik Sampang," katanya.
Terpisah, Ustad Tajul Muluk yang sudah kembali ke ajaran Sunni saat dikonfirmasi mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras memfasilitasi hingga bisa berhasil mengakhiri konflik dengan lancar.
Terutama atas kehadiran Bripka Eko Purwanto selaku penghubung yang tidak mengenal lelah dan selalu hadir di tengah-tengah warga eks Syiah di pengungsian.
"Hanya kalimat terima kasih yang bisa kami ucapkan kepada semua pihak dan kita sebentar lagi bisa kembali ke kampung halaman berkumpul dengan sanak famili lagi," katanya menegaskan.
Tag
Berita Terkait
-
Eks Pengungsi Syiah Sampang di Sidoarjo Gagal Dipulangkan, Ini Penyebabnya
-
Usai Evakuasi Sarang Tawon Vespa, 7 Petugas Damkar Sampang Dilarikan ke Ruma Sakit
-
195 Kendaraan Dinas Pemkab Sampang Menunggak Pajak
-
Diburu Polisi, Tersangka Pencabulan Ngumpet di Plafon
-
Pekerja Migran Asal Sampang Meninggal Akibat Serangan Jantung
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah
-
BRI Salurkan Kredit Rp1.645,5 Triliun dan Perkuat Pembiayaan UMKM
-
Obral Akun WA Rp500 Perak, Hacker Asal Krian Raup Rp100 Juta untuk Promosi Judol Kamboja
-
Modus Stempel Palsu & Belanja Fiktif: Ketua dan Bendahara KONI Pasuruan Dijebloskan ke Penjara
-
Dibuang di Teras Toko Beralas Selimut Pink, Bayi 3 Hari di Bangkalan Buat Hati Bu Kades Meleleh