SuaraJatim.id - Istilah syirik terdapat dalam ajaran Islam. Syirik adalah salah satu perbuatan dosa besar dan jika seseorang membawanya hingga mati maka tidak akan mendapatkan ampunan dari Allah.
Secara umun, syirik adalah perbuatan menyekutukan Allah, menuhankan zat lain selain Allah.
Maka dari itu, sebagian besar orang mengaitkan syirik dengan seseorang yang menyembah selain Allah, seperti berhala, matahari, gunung, pohon keramat dan sesajen di suatu arca.
Sirik berasal dari kata "syarika" yang mempunyai makna bersekutu, berserikat, bersama atau berkongsi.
Sehingga secara bahasa bermakna bersama-sama antara dua orang atau lebih dalam satu urusan atau keadaan.
Syirik merupakan dosa besar yang tidak dapat diampuni. Syirik berpotensi dilakukan semua manusia karena letaknya di dalam hati.
Terlebih jika seseorang melakukan suatu ritual atau kebudayaan, harus berhati-hati.
Allah SWT berfirman dalam QS. An Nisa: 48, yang artinya:
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar".
Baca Juga: Bikin Merinding, Youtuber Ujang Bustomi Buka Museum Santet di Cirebon
Dalam Al- Quran kata syirik disebutkan sebanyak 227 kali dengan bentuk yang berbeda-beda, sesuai dengan konteksnya. Di antaranya sebagai berikut:
- Persekutuan dalam kepemilikan harta, terdapat dalam Surah An Nisa ayat 12
- Persekutuan dalam merasakan adzab di akhirat, terdapat dalam Surah Az Zukhruf ayat 39
- Persekutuan dalam kekuasaan atau penciptaan antara Allah dengan berhala-berhala atau makhluk lain ciptaan Allah, terdapat dalam Surah Yusuf ayat 106 dan Al Imran ayat 36.
Ar-Raghib Al-Asfahaniy mengatakan jika syirik dibagi menjadi dua, yakni:
1. Syirik Al Akbar atau syirik besar
Syirik ini dalam hal bidang keyakinan, yakni meyakini adanya Tuhan selain Allah atau menyekutukan Allah dengan makhluk ciptaannya dalam hal ketuhanan.
2. Syirik Al Ashgar atau syirik kecil
Syirik ini berupa menyekutukan Allah dalam tujuan beribadah atau beramal kebaikan. Seseorang beribadah dengan tujuan memperoleh pujian dari orang lain. Padahal seharusnya beribadah hanya untuk mendapatkan keridhaan dari Allah.
Berita Terkait
-
Arti Syirik Adalah Menyekutukan Allah! Ketahui Jenis-jenisnya
-
Bertaubat, Rezeki Gary Iskak Makin Lancar Usai Buang Jimat
-
Apakah Meminta Doa kepada Ustadz Termasuk Syirik? Ini Jawaban Buya Yahya
-
Bikin Merinding, Youtuber Ujang Bustomi Buka Museum Santet di Cirebon
-
3 Postingan Kontroversial Five Vi, Soal Rokok hingga Lagu Ya Thoybah
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga
-
Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun
-
Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum
-
Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT