SuaraJatim.id - PDI Perjuangan Kota Surabaya menargetkan hatrick menang pemilu tiga kali berturut-turut, pilpres dan pilihan legislatif.
Oleh sebab itu partai berlambang banteng dengan moncong putih itu menyusun strategi pemenangan dengan memperluas peran perempuan.
Seperti disampaikan Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya, Adi Sutarwijono. Menurut dia, salah satu strateginya adalah mendorong perempuan-perempuan kader partai memperluas kiprah sosial kemasyarakatan dan meningkatkan peran di ruang-ruang publik.
"Perempuan-perempuan kader PDI Perjuangan Surabaya terus didorong untuk memperluas kiprah sosial kemasyarakatan, dan meningkatkan peran aktif di ruang-ruang publik. Menjadi tokoh-tokoh panutan dan penggerak komunitas dan masyarakat," ujarnya, Senin (24/01/2022).
Untuk itu, lanjut dia, mereka juga harus mempersiapkan diri dan meningkatkan sinergi dalam menghadapi Pemilu 2024, dimana PDI Perjuangan menyusun strategi dan langkah-langkah untuk menang tiga kali berturut-turut.
Ia menyatakan, menekankan itu dalam setiap kesempatan bertemu dengan kader-kader perempuan Banteng Moncong, salah satunya dalam forum Sosialiasi Kebangsaan: Peningkatan Kapasitas Perempuan Kader yang digelar di Balai Pertemuan Widya Kartika, Minggu (23/1).
Kegiatan itu digelar Agatha Retnosari, anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Dapil Surabaya. Juga dihadiri Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya, Dyah Katarina, yang juga anggota DPRD Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan.
"Tentu, itu dilakukan kaum perempuan PDI Perjuangan sembil memegang teguh tugas-tugas sebagai ibu rumah tangga, membesarkan anak-anak, menjaga keluarga dengan kasih sayang," kata Adi.
Berkat kiprah para kader perempuan, kata dia, PDI Perjuangan berhasil memenangkan Pemilu 2019 di Surabaya. PDI Perjuangan meraih dukungan 418.872 suara atau 15 kursi DPRD Kota Surabaya atau setara 30 persen dari keseluruhan kursi di parlemen kota.
Baca Juga: Target 3 Kali Berturut-turut Menang Pemilu, PDIP Surabaya Dorong Kader Perempuan Perluas Kiprah
Menempatkan lima kader perempuan menjadi anggota DPRD, yaitu Norma Yunita, Ashri Yuanita, Khusnul Khotimah, Dyah Katarina, dan Siti Maryam. Jumlah perempuan anggota parlemen dari PDI Perjuangan mencapai 33 persen dari total kursi yang didapat partai berlambang banteng itu di DPRD Surabaya.
Sedangkan di DPRD Jawa Timur, dari Dapil Surabaya, PDI Perjuangan berhasil meraih tiga kursi, dua di antaranya perempuan yaitu Agatha Retnosari dan Agustin Poliana.
Untuk DPR, dari Dapil Surabaya-Sidoarjo, PDI Perjuangan mendapat tiga kursi, dua di antaranya politisi perempuan yaitu Puti Guntur Soekarno dan Indah Kurnia. Untuk tingkat DPRD Jatim dan DPR yang mewakili daerah pemilihan Surabaya, berarti porsi kader perempuan mencapai 66 persen dari kursi yang diraih PDI Perjuangan.
"Kami akan terus mendorong kader perempuan untuk tampil, memperjuangkan kepentingan rakyat di parlemen dan ruang-ruang publik. Maka kami mengajak kaum perempuan untuk satu barisan dengan pijakan politik PDI Perjuangan yang terus bekerja mewujudkan keadilan gender," kata Sutarwijono.
Retnosari mengajak, para kader perempuan PDI Perjuangan untuk terus mempersiapkan diri, dalam semangat gotong royong dengan kader-kader lain. Sinergis dan kompak, dalam mempersiapkan menghadapi Pemilu 2024, yang tanggal pasti pelaksanaannya belum ditetapkan resmi.
"Semoga menang Pemilu 2024, kursi PDI Perjuangan di DPRD Surabaya bertambah, dan kerterwakilan perempuan anggota perwakilan rakyat juga bertambah lagi. Kami jemput kemenangan dengan kerja keras seluruh kader dan pengurus PDI Perjuangan Surabaya," kata dia. ANTARA
Berita Terkait
-
Target 3 Kali Berturut-turut Menang Pemilu, PDIP Surabaya Dorong Kader Perempuan Perluas Kiprah
-
Tawuran di Dinoyo Surabaya Akibatkan Empat Orang Terluka, Salah Satunya Ibu Hamil
-
Mancing Mania Waduk Cirata Ogah Coblos PDIP jika Arteria Dahlan Tak Dipecat
-
PSS Sleman Evaluasi Transisi Pemain Jelang Hadapi Persebaya
-
Polisi Sebut Mahasiswa Ubaya Terpeleset dan Jatuh 3 Kali Sebelum Tewas di Gunung Penanggungan
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
- Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Pendampingan Tim Patriot Brawijaya Bikin Warga Klamono-Segun Mandiri
-
Dua Kos di Surabaya Jadi Tempat Simpan Sabu, Pengedar Raup Untung Rp500 Ribu per Gram
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga
-
Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun