- Seorang pria berinisial AD menusuk kekasihnya, Sita, dan adiknya, Zubaidah, di Desa Purisemanding, Jombang, Kamis malam (30/4/2026).
- Pelaku nekat melakukan penyerangan karena merasa sakit hati akibat hubungan asmaranya dengan Sita tidak mendapat restu orang tua.
- Warga berhasil mengamankan pelaku di lokasi kejadian sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak kepolisian untuk diproses secara hukum.
SuaraJatim.id - Kamis malam (30/4/2026), Desa Purisemanding, Kecamatan Plandaan, Jombang, seharusnya sudah terlelap dalam sunyi. Namun, tepat pada pukul 23.30 WIB, ketenangan di rumah Masripah pecah menjadi mimpi buruk yang bersimbah darah.
Dua putri kesayangannya, Sita Janatul Munawaroh (25) dan adiknya Zubaidah Septia Ningsih (21), menjadi sasaran amuk membabi buta seorang pemuda yang terjebak dalam obsesi cinta yang keliru.
Pelakunya adalah AD (25), kekasih Sita. Malam itu, AD datang bukan membawa kabar bahagia, melainkan membawa amarah yang disembunyikan di balik sebilah pisau tajam.
Motifnya klasik namun tragis. Dia merasa sakit hati karena hubungan asmaranya dengan Sita tidak mendapatkan restu dari orang tua sang kekasih.
Bak pencuri di kegelapan, AD menyelinap masuk melalui pintu belakang rumah korban. Sasarannya kamar pribadi Sita. Masripah, sang ibu yang terbangun karena mendengar derit pintu dan suara gaduh dari arah kamar anaknya, bergegas memeriksa.
Pemandangan di balik pintu kamar itu meremukkan hati seorang ibu. Masripah menyaksikan AD tengah mencekik leher Sita dengan satu tangan, sementara tangan lainnya mengacungkan pisau dengan penuh ancaman.
Dalam kepanikan yang luar biasa, kekacauan pecah. AD yang sudah kalap mulai menghujamkan pisaunya ke arah Sita, melukai perut bagian kiri mahasiswi tersebut.
Melihat kakaknya terancam maut, Zubaidah tidak tinggal diam. Dengan keberanian luar biasa, sang adik berusaha meredam serangan AD untuk melindungi Sita.
Nahas, Zubaidah justru turut menjadi korban keganasan AD. Pisau itu menghujam paha kanan dan perutnya. Jerit pilu minta tolong dari kedua kakak-beradik ini memecah kesunyian desa, mengundang warga sekitar yang langsung mengepung rumah tersebut.
Baca Juga: Motif Masih Gelap: Teka-teki Mayat di Kebun Jagung Jombang Akhirnya Terungkap
"Pelaku sudah kami amankan di Polsek," tegas Kapolsek Plandaan AKP Sartono, Jumat (1/5/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Ia menjelaskan bahwa warga sempat menahan pelaku sebelum akhirnya polisi tiba di lokasi untuk menyelamatkannya dari amukan massa yang geram.
Berita Terkait
-
Motif Masih Gelap: Teka-teki Mayat di Kebun Jagung Jombang Akhirnya Terungkap
-
Dipecat, Guru SD di Jombang Melawan: Indisipliner atau Efek Kritik Fasilitas Sekolah?
-
Maut di Balik Tawa: Tragedi Dini Hari Dua Pelajar Jombang yang Berakhir di Kolong Truk
-
Misteri Mayat Tanpa Busana di Jombang Terungkap, Dihabisi Sahabat Karib karena Cemburu Buta
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
BPBD Kabupaten Malang Tangani Banjir dan Longsor di Sejumlah Kecamatan
-
Banjir dan Longsor Terjang Malang Selatan, Sejumlah Akses Jalan Terputus
-
Longsor Rusak Pagar dan Plengsengan SDN 2 Pandean Trenggalek
-
Atap Honda Civic Ringsek Dihantam Pohon Tumbang di Tulungagung, 2 Korban Lolos dari Maut
-
Terbongkar! Kelangkaan BBM di Jatim Ternyata Ulah Mafia: Negara Boncos Rp35 M, Pelaku Dijerat TPPU