SuaraJatim.id - Tiga anak buah kapal (ABK) mengalami luka bakar cukup serius dalam tragedi kapal BBM meledak dan terbakar di Pelabuhan Sebandar Kecamatan Gayam Kabupaten Sumenep Jawa Timur.
Kapal motor pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) bernama Khatijah 01 itu meledak hingga pecah menjadi dua bagian. Setelah itu kapal pengangkut BBM itu terbakar hebat di perairan.
Seperti disampaikan Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti, kapal dengan kapasitas 25 ton itu berlayar membawa BBM jenis Pertamax sebanyak 120 jeriken.
"Ada 3 ABK yang ikut dalam pelayaran itu. Mereka mengalami luka bakar," katanya seperti dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com, Rabu (26/01/2022).
Selain membawa 120 jeriken Pertamax, kapal juga mengangkut sembako. Kapal terbakar saat tiba di pelabuhan Gayam dari Kalianget. Saat tiba, selang beberapa lama tiba-tiba percikan api muncul dari ruang mesin.
"Salah satu ABK, Misrawan, langsung berinisiatif melemparkan BBM jenis pertamax tersebut ke laut. Namun sebagian BBM yang tersisa meledak dan menyebabkan perahu KM Khatijah 01 pecah menjadi dua bagian," papar Widiarti.
Dalam musibah itu, 3 ABK terkena percikan api hingga mengakibatkan luka bakar. Mereka adalah Misrawan (58), mengalami luka bakar pada bagian tubuh, kaki, dan kedua tangan.
Kemudian Rida’ alias Agung (60), mengalami luka lecet di bagian hidung dan kepala, sedangkan Hasim (57) mengalami sakit di lengan kiri.
Para korban ini selanjutnya dilarikan ke Puskesmas Gayam dan mendapatkan perawatan medis di sana. Dalam kebakaran itu, kerugian diperkirakan mencapai Rp 450 juta.
Baca Juga: Maling Motor di Sumenep Ini Licin, Dikepung Lolos, Tertangkap Usai Drama Kejar-kejaran dengan Polisi
Berita Terkait
-
Maling Motor di Sumenep Ini Licin, Dikepung Lolos, Tertangkap Usai Drama Kejar-kejaran dengan Polisi
-
Dikunci Ganda Sudah, Digembok Juga Sudah, 2 Motor di Garasi Rumah Warga Probolinggo Tetap Digondol Maling
-
Edi Mulyadi Dilaporkan ke Polda Jatim Buntut Dugaan Menghina Prabowo Subianto
-
Praperadilan Tersangka Dugaan Kasus Kekerasan Seksual Pendiri SMA Selamat Pagi Indonesia Ditolak Hakim
-
Sepekan Terakhir Kasus Covid-19 di Kota Madiun Bertambah Signifikan, Diduga dari Klaster Bank
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Makan Siang Terakhir di Coban Gede: Keriangan 9 Pelajar SMKN 1 Gempol Berujung Tragedi
-
Maut di Balik Pintu Terkunci: Misteri Tewasnya Wanita Jombang di Kamar Kos Putat Jaya Surabaya
-
Menyabung Nyawa di Aliran Lahar: Kisah Hendra, Petugas Sensus Ekonomi di Kaki Semeru
-
Mau Ajukan Kartu Kredit Online? Kenali 4 Pilihan Kartu Kredit Bank Mega dan Keunggulannya
-
Didesak Mahasiswa, Dua Universitas di Jember Ogah Tanda Tangan Penolakan SPPG di Kampus