SuaraJatim.id - Balap liar memang menjadi salah satu persoalan di kota-kota Indonesia. Di Trenggalek Jawa Timur ( Jatim ) misalnya.
Sejumlah kasus balap liar berhasil digagalkan oleh kepolisian setempat. Mirisnya, para pelaku balapan gelap ini justru kebanyakan anak-anak di bawah umur.
Kasatlantas Polres Trenggalek, AKP Meita Anisa Saputra, mengatakan kalau mereka biasanya tidak dilengkapi Surat Izin Mengemudi (SIM). Hal ini terungkap dalam operasi Natal dan Tahun Baru 2022.
"Mereka rata-rata adalah pelajar. Berkendara tanpa disertai SIM, kendaraan tidak standar dan tanpa dilengkapi alat keselamatan," katanya seperti dikutip dari ANTARA, Rabu (26/01/2022).
Ia menyebut ada 30 kendaraan yang berhasil disita jajaran Unit Patroli Lantas Polres Tulungagung selama sebulan terakhir. Dari jumlah itu, sembilan pengendara yang ikut terjaring razia berusia di bawah 17 tahun.
"Kalau anak di bawah umur ada sembilan anak, kalau untuk kalangan pelajar memang mendominasi," ujarnya.
Operasi balap liar terakhir yang berhasil diobrak polisi berada di jalan raya Ngampon Kecamatan Pogalan. Hasilnya petugas menyita sebanyak 30 motor yang tidak sesuai spesifikasi. Mayoritas kendaraan itu memakai knalpot brong.
"Ada empat kali penindakan balap liar yang kami lakukan, terbaru ada 30 kendaraan bermotor yang tidak sesuai spesifikasi teknis, knalpot brong," ungkap dia.
Untuk mengambil motor yang terjaring razia, pemilik diwajibkan untuk mengganti knalpot standar dan menghancurkan knalpot brong seusai menjalani sidang tilang.
Baca Juga: Teror Curanmor di Probolinggo, Dalam Sepekan Bisa 2 Sampai 4 Motor Warga Dicolong
Sementara, untuk pengambilan motor anak di bawah umur wajib didampingi oleh orang tua dan menunjukkan kelengkapan surat kendaraan.
Untuk mengantisipasi balap liar itu, lanjut Heru, petugas akan meningkatkan intensitas patroli dilokasi yang kerap dijadikan ajang balap liar. Termasuk memasifkan edukasi dan sosialisasi di sekolah-sekolah agar kejadian serupa tidak terulang.
"Patroli kita intensif kan setiap malam hingga menjelang dini hari. Karena balap liar itu sangat meresahkan masyarakat," kata Wakapolres Trenggalek Kompol Heru Dwi Purnomo.
Heru menambahkan, berdasarkan pendataan hasil razia mayoritas adalah pelanggar baru. Rata-rata pelanggar itu sebagian berasal dari luar daerah sekitar Bumi Menak Sopal.
Untuk itu pihaknya bakal berkolaborasi dengan semua pihak untuk meminimalisir risiko jatuhnya korban akibat balap liar tersebut.
"Yang 30 (hasil razia terbaru) itu adalah pelanggar baru. Kami kedepankan upaya 'preemptif', preventif hingga represif'," ujarnya.
Berita Terkait
-
Teror Curanmor di Probolinggo, Dalam Sepekan Bisa 2 Sampai 4 Motor Warga Dicolong
-
Sebulan Ini Sudah Tiga Pekerja Migran Asal Sampang Meninggal di Malaysia dan Brunei Darussalam
-
Untung Tak Beruntung, Enak-enak Jalan Diserbu Tawon Vespa Sampai Dilarikan ke RS Lamongan
-
Perahu BBM Meledak Hingga Pecah Jadi Dua Bagian di Perairan Sumenep, 3 ABK Luka Bakar
-
Dikunci Ganda Sudah, Digembok Juga Sudah, 2 Motor di Garasi Rumah Warga Probolinggo Tetap Digondol Maling
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga
-
Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun
-
Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum
-
Sandera Bus Sendiri, Lepas Bus Lawan: Malam Horor Persebaya Diadili Bonek di GBT