SuaraJatim.id - Kabupaten Jombang akhirnya memiliki Galeri Cagar budaya. Persisnya di gedung kompleks Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pemerintah Kabupaten Jombang.
Bupati Jombang Mundjidah Wahab berkesempatan meresmikan Galeri Cagar Budaya tersebut, Kamis (27/1/2022).
Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pemkab Jombang Dian Yunita Sari mengatakan, Galeri Cagar Budaya ini merupakan museum mini cagar budaya. Keberadaanya diharapkan mampu menjadi sarana ruang informasi dan edukasi, khususnya warga Jombang.
"Terbuka untuk umum baik siswa atau masyarakat. Jadi benda-benda bersejarah yang berasal dari bisa dinikmati anak cucu kita kelak," ujarnya mengutip dari Timesindonesia.co.id.
Dari data yang dirangkum oleh Disdikbud Jombang ada sekitar 730-an kantong kesenian dan kebudayaan yang harus dilestarikan serta dijaga agar tidak punah.
Dengan adanya Galeri Cagar Budaya ini juga berfungsi sebagai salah satu upaya penyelamatan, pengembangan, dan pemanfaatan cagar budaya yang ada di Kabupaten Jombang.
"Benda-benda cagar budaya yang ditemukan dan diselamatkan yang berasal dari Jombang seperti arca, keramik, dan lainnya. Sekarang sudah ada di Galeri Cagar Budaya dan bisa dinikmati bersama," jelasnya.
Kini, dengan sudah terbentuknya Galeri Cagar Budaya, pihaknya berharap Jombang segera mempunyai museum daerah yang representatif.
Sementara itu, Mundjidah Wahab Bupati Jombang berharap diresmikannya Galeri Cagar Budaya mampu menjadi daya tarik masyarakat untuk belajar sejarah dan kebudayaan yang ada di Jombang.
Baca Juga: Penetapan Status Tersangka Pada Anak Kiai Jombang Atas Kasus Pencabulan Santriwati Sah!
Menurutnya letak geografi Kabupaten Jombang yang dulunya bergabung dengan Mojokerto yang merupakan bagian dari kerjaan Majapahit tentu mempunyai daya tarik dan sejarah yang banyak untuk digali.
"Semoga kedepan kami bisa membuat sebuah museum Cagar Budaya. Sehingga kedepan Jombang juga mempunyai wisata sejarah," harap Mundjidah Wahab.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Mantri BRI, Garda Terdepan Layanan Perbankan di Toraja Utara
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Duel Berdarah di Sampang: Tak Terima Ibu Dipacari Lansia, Anak Nekat Carok
-
Warga 4 Desa Melawan Penutupan Akses Bendungan Lahor
-
Lutung Jawa Dipelihara Warga di Bondowoso Dievakuasi, Kini Jalani Rehabilitasi