SuaraJatim.id - Korban penipuan PT Global Trust Karya (Viral Blast Global), Daniel mendatangi SPKT Polda Jatim pada Kamis (3/3/2022). Ia dan tiga orang korban lainnya mewakili 12.000 member dengan total kerugian senilai Rp 1,2 triliun.
"Awalnya para owner ini menawarkan kepada kita untuk bisa menjadi sebuah perusahaan yang mengusung semua legalitas dari platform bisnisnya trading robot. Dengan konsep legal, proteksi modal para investor di sini kembali 100 persen dalam masa kontrak. Kontraknya berlaku 1 tahun atau 50 minggu otomatis dikembalikan modal. Belum termasuk keuntungan yang ditawarkan," ungkapnya seperti diberitakan Timesindonesia.co.id jejaring Suara.com.
Namun Daniel tidak menduga jika berakhir seperti ini.
"Semua legalitas perusahaan ada. Tidak tahu lagi jika ada dugaan sengaja dibentuk untuk menyerap dana dari masyarakat. Kemudian ada dugaan dialihkan ke berapa PT yang di antaranya milik beberapa owner tadi," tambahnya.
"Kami berharap kepada penyidik akan menetapkan TPPU, supaya dana yang dialihkan ini bisa diamankan. Majelis hakim yang di pengadilan agar memutuskan bahwa ini tidak disita untuk negara, tapi dikembalikan kepada para korban. Untuk saya sendiri kerugian saya US$ 53.000 atau Rp 795 juta," terangnya.
Di tempat yang sama, korban lain Sisil merupakan pengusaha kecantikan warga Surabaya. Di tanya soal ketertarikan investasi, dia awalnya yakin karena legalitas perusahaan jelas dan semua resmi di pemerintahan.
Selain itu, kata dia, perusahaan ini juga mensponsori 5 klub sepak bola. Ada Brawijaya, PSS Sleman, Madura United. Juga rekor MURI Indonesia.
"Awalnya karena itu saya tertarik, akhirnya aku fokus ke bisnis ini. Untuk pemegang sahamnya ada 4, yaitu Putra Wibowo, Riski Puguh, Minggos Hunggos, dan Garuda Purnama. Empat orang ini menjanjikan kepada kita selaku member, bahwa sharing profit. Ada paketannya 70:30 dan ada yang 60:40," paparnya.
Sisil menambahkan, pada saat itu profit atau keuntungan berjalan lancar. Namun pada tanggal 28 Januari 2022, tiba-tiba mengalami kendala.
Baca Juga: Kasus Dugaan Pemalsuan Surat, Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso Penuhi Panggilan Polda Jatim
"Katanya sedang perbaikan sistem. Kita semua disuruh menunggu perbaikan sistem ini sampai kemarin terakhir tanggal 14 Februari 2022. Nah setelah itu keluarlah email, bahwa di dalam email tersebut VBG melakukan penipuan ke semua member," ujar dia.
"Ada lagi statemen kedua, berupa video, bapak Putra Wibowo langsung menyatakan hal tersebut. Kerugian saya, total Rp 2,4 miliar. Pertama saya masukkan Rp 1,5 miliar dan yang kedua Rp 900 juta," kata korban Viral Blast Global yang datang didampingi oleh Federasi Advokat Republik Indonesia (Ferari) Jawa Timur untuk melapor ke Polda Jatim tersebut.
Korban didampingi oleh sejumlah penasehat hukum Federasi Advokat Republik Indonesia (Ferari) Jawa Timur. Heri Basuki SH, MH, MBA, Didik Prasetyo SH, MM dan Tim DPD Ferrari Jatim.
Mereka meminta pertanggungjawaban dari Rizky Puguh Wibowo, Ricky Meidya, Zainal Huda dan Putra Wibowo selaku pemilik Viral Blast Global.
"Pada tanggal 20 Februari kemarin ada 5 klien kami sudah buat LP di Polda Metro Jaya. Hari ini 4 orang kerugiannya hampir Rp 200 miliar kami buat laporan di Polda Jatim," terang Penasihat Hukum Heri Basuki, Kamis (3/3/2022).
Pihaknya sudah mempersiapkan bukti-bukti kepada penyidik.
Berita Terkait
-
Dokter Gigi Jadi Korban Penganiayaan Perwira Polisi dan Teman Wanitanya di Pasuruan, Pelaku Diperiksa Propam Polda Jatim
-
Korban Investasi Robot Trading Viral Blast Merugi Rp 1,5 T, Petinggi Trust Global Karya Dipolisikan Kasus Penggelapan
-
Diperiksa Polda Jatim Kasus Dugaan Pemalsuan Surat Putusan, Begini Reaksi Wabup Blitar
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
Empat Nyawa Melayang dalam Ledakan Pabrik SPS Lamongan, Polisi Libatkan Labfor
-
Razia Gabungan Lapas Kelas II A Kediri, Petugas Temukan Barang Berbahaya Ini
-
Pemkot Surabaya Rebut Kembali Lahan Senilai Hampir Rp1 Triliun
-
Dicecar Kasus Dugaan Penipuan Rp214 Juta, Wawali Blitar: Jangan Tanya di Luar Urusan KONI
-
Dicap Underbow PKI oleh Majalah Terbitan Kemenag, GMNI Meradang: Fatal, Ini Bukan Sekadar Typo