SuaraJatim.id - Bambang Suryo (BS) akhirnya mendatangi Ditreskrimum Polda Jatim dalam agenda pemeriksaan tersangka kasus suap pengaturan skor Liga 3, Selasa (8/3/2022). Sebelumnya, BS telah dua kali mangkir.
Bambang Suryo tiba di Mapolda Jatim sekitar pukul 12.45 WIB didampingi pengacaranya.
"Saya di sini menghadiri pemeriksaan sebagai tersangka. Kemarin saya sudah meminta ijin dan sekarang saya menghadiri," ujar Bambang.
Pada momentum itu, Bambang sempat menunjukan kertas berisi tulisan tangan.
"Dan nanti kira-kira ada beberapa nama di sini banyak, saya enggak mau sebutkan nama, saya serahkan sama lawyer saya," tegas Bambang.
Meski begitu, Bambang tidak menjelaskan secara rinci, siapa saja yang ada di dalam catatannya, dan berlalu masuk untuk diperiksa.
"Nanti biar kalian (lawyer) yang bicara aja. Ada federasi, ada klub semuanya. Saya tidak melakukan hal apa-apa, tetapi kenapa dipaksakan," tandasnya.
Sebelumnya, Bambang sempat mangkir dua kali panggilan penyidik Polda Jatim, dan meminta izin.
Diberitakan sebelumnya, dikabarkan Bambang Suryo telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan pengaturan skor di kompetisi Liga 3 Jatim.
Baca Juga: Bambang Suryo Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Pengaturan Skor Liga 3
Sebelumnya, dugaan pengaturan skor itu menyeruak dalam laga Gresik Putra (Gestra) Paranane FA versus Persema Malang serta Gestra Paranane FA melawan NZR Sumbersari FC dalam fase penyisihan Grup B Liga 3 Jatim 2021 di Malang.
Komdis Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur (Jatim) resmi melaporkan Bambang Suryo dan tiga orang lainnya yakni David, Billy, serta Anshori ke Polda Jawa Timur (Jatim), Senin (22/11/2021).
Bambang Suryo dan kawan-kawan dilaporkan atas dugaan melakukan suap kepada beberapa pemain di Liga 3 Zona Jatim.
Kasus keempat orang ini dilaporkan ke kepolisian karena statusnya yang tak lagi berkecimpung di dunia sepak bola profesional sehingga tak bisa ditindak menggunakan kode disiplin PSSI.
Kontributor : Dimas Angga Perkasa
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Drama OTT Tulungagung: Tak Hanya Bupati, Sang Adik Kandung Legislator PDIP Ikut Diboyong KPK
-
Detik-Detik Sopir Truk Sampah di Gresik Larikan Kendaraan yang Terbakar ke Pos Damkar
-
7 Fakta Profil dan Kekayaan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo yang Kena OTT KPK
-
KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, Ini 7 Fakta Lengkapnya
-
Rekor Tangkapan Sabu Terbesar di Ponorogo Pecah, Polisi Ungkap Pengendali Bisnis dari Balik Lapas