Ilustrasi Bullying (pixabay/vectors).
Menurutnya, perilaku siswi-siswinya yang diduga melakukan bullying itu sudah berubah. Sudah tidak lagi berkata kotor ke kawan-kawan lainnya dan sudah terlihat tenang.
Namun, setelah pihaknya memanggil para pelaku, N justru jatuh sakit. Dirinya dan pihak sekolah sudah mengecek langsung, dari situ dia baru paham kalah N perlu menjalani perawatan dan dirujuk ke psikiater.
"Dan dua hari ini dirinya masih menjalani perawatan di puskesmas. Sehingga, kini belum bisa masuk sekolah. Kami selaku pihak sekolah sudah melakukan penanganan," ujarnya.
"Yang jelas, setelah kami minta menandatangani surat pernyataan, para terduga pelaku bully sudah mulai memperbaiki perbuatannya," katanya menegaskan.
Tag
Berita Terkait
-
Viral Bocah Dibully, Disiram Sabun, Dibanting di Masjid, Warganet Auto Emosi Ingin Banting Balik Para Pelaku
-
Warganet Meradang Soroti Video Viral Segerombolan ABG Bully Bocah di Masjid
-
Prancis Hukum Pelaku Bully di Sekolah, Bisa Dipenjara 3 Tahun hingga Denda Rp 700 Juta
-
Polisi Hati-hati Sebab Pelaku Perundungan dan Persekusi di Malang Masih Anak-anak
-
Psikolog Ini Jelaskan Batasan Antara Bullying dengan Bercandaan, Perbedaannya Juga!
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Kasus Pencabulan Santriwati: Oknum Lora Bangkalan Ditahan Polda Jatim, Korban Dibawa Kabur 19 Hari!
-
Soal Bantuan Korban Gempa Pacitan, Ini Kata Wagub Jatim
-
Asrama Santri Pesantren di Pamekasan Terbakar, 2 Bangunan Ludes
-
Gempa Pacitan Rusak 8 Bangunan di Trenggalek, Termasuk Balai Desa
-
Gempa Pacitan: Frekuensi Susulan Menurun, BMKG Imbau Tetap Waspada Meski Sudah Luruh