SuaraJatim.id - Dunia teknologi pun tidak mau ketinggalan menyelamatkan warga sipil tak berdosa dalam perang antara Rusia dan Ukraina.
Terbaru, Google memberikan fitur peringatan serangan udara berbasis ponsel Android untuk pengguna warga di Ukraina. Dengan fitur itu warga bisa tahu kapan harus berlindung.
"Secara tragis, jutaan orang di Ukraina sekarang bergantung pada peringatan serangan udara supaya aman," kata Presiden Urusan Global Google Kent Walker, dalam unggahan di blog resmi Google, dikutip Sabtu (12/03/2022).
Fitur ini bernama sistem peringatan serangan udara dan diluncurkan untuk ponsel Android di Ukraina, yang merupakan pelengkap dari sistem peringatan milik negara tersebut.
Google menulis sistem mereka berdasarkan peringatan yang dikirimkan oleh pemerintah Ukraina.
Mengutip laman TechCrunch, fitur ini tersedia pada sistem operasi minimal Android 5 dan masih bisa menjalankan Google Play Services.
Untuk menggunakan fitur ini, pengguna harus menyalakan lokasi dan tersambung ke internet.
Google memberikan sanksi kepada Rusia antara lain dengan menghapus aplikasi RT dan Sputnik, dua media yang didanai pemerintah Rusia, dari Google Play di Eropa. ANTARA
Baca Juga: Perang Rusia vs Ukraina, Indonesia Bertahan dengan Sikap Bebas Aktifnya, Apakah Berarti Netral?
Berita Terkait
-
Perang Rusia vs Ukraina, Indonesia Bertahan dengan Sikap Bebas Aktifnya, Apakah Berarti Netral?
-
Setelah Rusia, Giliran Media Asal Belarusia yang Dibatasi Penggunaan Twitternya
-
Viral! Pasangan Kepergok Google Street View Tengah Berhubungan Seks di Pinggir Jalan
-
Kisah Bocah Ukraina Selamatkah Diri Sendirian Sejauh 1.200 km ke Slowakia
-
Dokter India Bertahan Hidup di Bungker Bersama Macan Kumbang dan Jaguar
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Disegel KPK, Plt Bupati Tulungagung Belum Bisa Berkantor di Pendopo
-
BRI Luncurkan Fitur Tebus Gadai di BRImo, Promo 10% Sampai Juni 2026
-
Pegang KTA Gatut Sunu Wibowo Tak Diakui Kader, Alasan Gerindra: Belum ikut Bimtek
-
Misteri Meledaknya Mesin Pengering di SPPG Ngawi: Saat Tombol 'Start' Mengubah Dapur Menjadi Petaka
-
Selamat Tinggal 'Zombi Digital': Sekolah di Jawa Timur Resmi Batasi Penggunaan Gadget