SuaraJatim.id - Dua bandit pencuri sepeda motor di Surabaya dibekuk kepolisian setempat. Dua maling motor ini berinisial MM (31) warga Jalan Sidodadi dan AS (27) warga Jalan Endrosono.
Keduanya kedapatan mencuri sepeda motor milik tukang sapu berinisial AM (32), Senin (18/04/2022). Apesnya, kedua tersangka tidak menyadari jika motor yang dibawa dipasangi GPS sehingga bisa terlacak.
Kanitreskrim Polsek Rungkut Iptu Djoko Soesanto menjelaskan kedua pelaku memang berhasil mencuri sepeda motor. Namun, lokasinya bisa segera ketahuan usai dilacak menggunakan GPS yang tersambung di handphone korban. Selang beberapa jam, kedua tersangka ditangkap di sekitaran Suramadu.
“Setelah mematikan mesin, korban lantas mendatangi kami melaporkan kejadian yang menimpanya. Berbekal laporan dan data dari GPS itu, kami bergerak hingga meringkus tersangka di Endrosono,” katanya seperti dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com, Rabu (27/04/2022).
Djoko menjelaskan, kasus pencurian motor itu bermula saat korban yang sehari-hari bekerja sebagai tukang kebersihan jalan menyapu di sekitaran Jalan Rungkut Madya. Ia mengaku kepada polisi jika motornya telah dikunci ganda dan kunci cakram.
Saat sudah menyapu sekitar 1 kilometer dari lokasi parkir, HP korban berbunyi yang menandakan jika motor sudah berpindah lokasi. Curiga, ia langsung lari ke arah motornya diparkir. Naas, motor miliknya sudah raib. Dia pun berupaya melacak keberadaan motor tersebut.
“Terakhir diperiksa, motor ada di sekitar Suramadu. Namun, saat kami kembali melacak, motor tersebut diam di daerah Endrosono. Kami pun segera mendatangi lokasi terakhir motor itu berada,” tandas mantan Kanitreskrim Polsek Gubeng itu.
Saat di lokasi, motor hasil curian tersebut ternyata terparkir tepat di depan rumah tersangka AS. Sementara tersangka saat itu sempat melarikan diri. Beruntung, polisi bergerak sigap berhasil meringkus dua tersangka di dalam rumahnya.
“Dari rumah tersangka AS, kami menyita barang bukti motor hasil curian Honda Scoopy, motor sarana jenis Yamaha Mio. Selain itu, turut menjadi barang bukti satu set kunci letter T dan alat untuk membuka magnet kontak, selain itu, kedua tersangka sering memasang pelat palsu pada sepeda motor sarana agar tidak terlacak CCTV,” katanya.
Baca Juga: Hitungan Detik, Pelaku Gasak Motor Terparkir di Sumut
Kepada petugas, kedua bandit ini mengaku aksi pencurian di Rungkut bukanlah yang pertama. Mereka mengaku telah mencuri di beberapa tempat di Surabaya. “Di Rungkut 3 kali dan Gununganyar sekali, namun kami masih kembangkan jika ada lokasi lain,” ujarnya menegaskan.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 7 tahun penjara.
Berita Terkait
-
Hitungan Detik, Pelaku Gasak Motor Terparkir di Sumut
-
Terduga Maling Motor Ceburkan Diri ke Laut di Surabaya Hilang, Polisi Masih Mencari
-
Jadwal Sholat dan Jadwal Buka Puasa Wilayah Surabaya, Rabu 27 April 2022
-
Butuh Uang Buat Hari Raya, Dua Orang Ini Gelap Mata Embat Besi Penutup Saluran Trotoar Surabaya
-
Pebasket Dewa United Cerita Momen Ramadan Bersama Keluarga
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Simak 7 Keuntungan BRI Debit FC Barcelona: Ada Penarikan Undian Berpeluang Menang Trip ke Camp Nou
-
Aksi Brutal Mr X di Kamar Kos Probolinggo: Saat Tidur Jadi Tragedi Berdarah dan Pengkhianatan
-
Bisnis 'Kamar Sultan' di Balik Lapas Blitar: Nego Alot Rp100 Juta Jadi Rp60 Juta
-
Efek Domino Tragedi Bekasi: Tiga KA dari Surabaya Berhenti Melaju, Tiket Diganti 100 Persen
-
Ironi Jembatan Darurat di Bondowoso: Belum 1 Bulan Sudah Ambyar