SuaraJatim.id - Terduga pelaku penganiayaan santri Gontor, Albar Mahdi hingga meninggal diketahui masih anak di bawah umur. Kepolisian Resor Ponorogo masih berkoordinasi dengan tim khusus untuk menetapkan tersangka.
Diberitakan sebelumnya, Polres Ponorogo telah mengantongi identitas terduga pelaku penganiayaan menewaskan seorang santri di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) 1 atau Ponpes Gontor. Ada dua terduga pelaku yang masih berstatus sebagai saksi.
Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo mengatakan, untuk menetapkan tersangka butuh legal standing, baik materiil maupun inmateriil.
“Ini kita akan melakukan konsolidasi dengan tim khusus. Baik yang pergi ke Palembang atau pun tim khusus lain terkait dengan terduga pelaku,” kata Catur mengutip dari Beritajatim.com jejaring Suara.com, Jumat (9/9/2022).
Ia menambahkan, kepolisian juga sedang berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Ponorogo dan lembaga bantuan hukum. Sebab, salah satu dari terduga pelaku merupakan anak di bawah umur. Selain itu, dua korban lainnya juga masih anak di bawah umur.
“Salah satu terduga pelaku masih anak-anak. Tentu dalam semua prosesnya ada pendampingan. Kita melakukan kerjasama dengan Dinsos P3A Ponorogo dan LBH,” katanya.
Terkait progres penyelidikan dalam kasus kematian santri yang dianiaya oleh rekannya ini, Catur menyebut bahwa pemeriksaan saksi sudah bertambah hingga saat ini sampai 25 orang. Tambahan lima saksi ini, terdiri dari tiga dokter forensik dan dua ustaz atau pengajar di Ponpes Gontor.
“Pihak Pondok selama proses penyelidikan ini bersikap kooperatif, sehingga semakin memudahkan kita untuk cepat mengungkap kasus dugaan penganiayaan ini,” pungkasnya.
Baca Juga: Cerita Mantan Santri soal Perlakuan di Ponpes Gontor, Pelanggar Aturan Diganjar Hukuman Fisik
Berita Terkait
-
Pimpinan Ponpes Gontor Takziyah ke Makam Albar Mahdi, Santri yang Meninggal Karena Dianiaya
-
Selain akan Kawal Kasus Santri Tewas di Ponpes Gontor, KPAI Juga Beberkan Hal ini
-
Kemenag Kirim Tim Khusus ke Ponpes Gontor dan Cabangnya, Buntut Santri Meninggal Dianiaya
-
Cerita Mantan Santri soal Perlakuan di Ponpes Gontor, Pelanggar Aturan Diganjar Hukuman Fisik
-
Tim Forensik Serahkan Hasil Autopsi Jenazah Santri Gontor Korban Penganiayaan ke Penyidik
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Lindungi Anak-Anak, Wali Kota Surabaya Stop Izin Diskotek Baru
-
Kasus Dugaan Korupsi Kupedes Rp1,24 Miliar Segera Masuk Pengadilan Tipikor Surabaya
-
JARI98 Ungkap Peran Strategis Listyo Sigit di KSP, 'Benteng Kokoh' Presiden Prabowo?
-
Kulakan Sabu di Makam Bangkalan, Pengedar Lintas Madura-Surabaya Diciduk
-
Nekat Terobos Rel Tanpa Palang, Mobil Dihantam KA di Lumajang: Pengemudi Lolos dari Maut