SuaraJatim.id - Baru-baru ini Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur merilis penampakan macan tutul di Hutan Gunung Lawu Magetan.
Macan tutul ini terekam oleh kamera trap milik BKSDA. Dalam rekaman itu nampak macan tutul berjalan di tengah hutan diduga sedang mencari mangsa.
Sejauh ini, BKSDA menyebut total ada sembilan kamera yang dipasang. Dua kamera di Desa Bedagung Panekan, dua di Desa Ngancar Plaosan, dua di atas Lawu Green Forest, sisanya di wilayah Desa Genilangit Poncol.
Tetapi, dalam postingan di akun Instagram resmi BBKSDA Jatim @bbksda_jatim_official, seperti dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com, mereka tidak menyebutkan kamera di area mana yang merekam penampakan hewan bernama latin Panthera pardus itu.
"Kabar gembira sobat konservasi, kerja keras ujung tombak konservasi BBKSDA Jatim bersama perum perhutani KPH Lawu daerah selatan membuahkan hasil yang menggembirakan. Satu ekor macan tutul tertangkap kamera trap yang terpasang di kawasan hutan lindung pengelolaan KPH Lawu Daerah Selatan," tulis akun @bbksda_jatim_official.
Pemasangan kamera trap itu dalam rangka inventarisasi dan verifikasi potensi keanekaragaman hayati jenis satwa dengan target macan tutul. Hal ini memperkuat bahwa spesies macan tutul memang masih ada di alam bebas, khususnya di kawasan hutan lindung Lawu daerah selatan.
"Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat, kami himbau untuk tidak merusak atau mengambil kamera trap yang terpasang di kawasan yang menjadi target inventarisasi dan verifikasi kehati tinggi, agar kita semua bisa mengetahui potensi sumber daya genetik yang kita miliki."
BBKSDA mengaku telah kehilangan 1 unit kamera trap di kawasan hutan Lawu daerah selatan RPH Bedagung, masuk Desa Bedagung, Panekan, Magetan.
Akun @hammunj berkomentar seperti ini, "SUBHANALLAH SUNGGUH CANTIK MACAN TUTULNYA sehat terus dan lestari yaa pun semua anggota BKSDA yang bekerja keras melestarikan hutan lindung seisinya ."
Baca Juga: Macan Tutul Masih Hidup Bebas di Hutan Lindung Gunung Lawu Selatan
Kemudian akun @inungwiratno berkomentar,"Pohon2 iyu coba dipeluk diajak bcr....semangat tim lapamgan jatim."
Lalu akun @bimanuryawan menulis seperti ini,"Alhamdulillah...masih ada ,semoga yang mengambil kamera trap segera sadar diri dan mengembalikannya...,. Salam Konservasi Salam Lestari ."
Berikutnya akun @nurpatria_kurniawan menulis seperti ini,"Kekayaan Kehati di pulau Jawa yang masih bisa ditemukan... terimakasih tim."
Berita Terkait
-
Macan Tutul Masih Hidup Bebas di Hutan Lindung Gunung Lawu Selatan
-
Pendaki Gunung Lawu Diingatkan Waspadai Hipotermia, Suhu Sedang Ekstrem Bisa Minus 6 Derajat Celcius
-
Jual Kulit dan Tulang Belulang Harimau, 2 Pria di Aceh Ditangkap
-
Rencana Pembangunan Tol Soreang-Ciwidey-Pangalengan Ancam Habitat Macan Tutul dan Timbulkan Masalah Sosial
-
Pabrik Mobil Mercedes-Benz Terpaksa Ditutup selama 6 Jam, Kehadiran Hewan Ini Jadi Sebabnya
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Travel Reward untuk Frequent Traveler, Ada Ekstra 27.000 GarudaMiles dari BRI
-
Skandal Narkoba Hotel Surabaya: 3 Anggota DPRD Fraksi Gerindra Diciduk Teler, Ini Identitasnya
-
3 Anggota DPRD Terciduk Pesta Narkoba di Kamar Hotel Surabaya, Bakal Lolos Penjara Lewat Jalur RJ
-
Ketika Tujuh Nyawa Mengubah Arah Indonesia: 5 Fakta Tragedi G30S
-
Niat Perbaiki Pompa Air, Lansia di Madiun Tewas Usai Terperosok ke Sumur 20 Meter