SuaraJatim.id - Warga Madiun diperingatkan polisi agar tidak menyebarkan video porno sembarangan. Ini menyusul geger video berdurasi 26 detik yang disebut-sebut sebagai warga Madiun.
Video adegan dewasa itu beredar luas di kalangan warga, terutama lewat grup-grup WhatsApp. Apalagi disebut-sebut kalau pemeran pria dalam video itu merupakan warga Madiun.
Ia melakukan adegan dewasa dengan seorang perempuan yang disebut-sebut sebagai seorang Pekerja Seks Komersial (PSK) yang ditinggal di kos-kosan wilayah Kecamatan Kartoharjo.
Sementara si pria berusia sekitar 20 tahun itu disebut-sebut sebagai warga Kecamatan Barat. Wajah si pria nampak dengan jelas, sementara si perempuan tidak terlihat.
Dalam video itu nampak kalau perekamnya si perempuan. Video ini dengan cepat beredar luas di kalangan warga dan menghebohkan warga Madiun, terutama di Kecamatan Madiun Barat.
Menurut Kapolsek Barat AKP Ruwajianto, kepolisian telah mendapatkan informasi beredarnya video dewasa itu di wilayah hukumnya. Namun menutut dia belum ada laporan sampai sekarang.
Karenanya, dia meminta pada seluruh jajaran Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) untuk memberikan pemahaman dan imbauan pada masyarakat.
"Kami meminta agar masyarakat yang mendapatkan informasi berupa atau video yang tidak senonoh agar tidak mudah menyebarkannya secara luas," katanya, Selasa (22/11/2022).
"Karena jika ada salah atau pihak yang tidak terima, maka bisa berbuntut panjang," kata Ruwajianto dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com.
Tak hanya itu, pihaknya juga meminta tolong perangkat desa agar turut memberikan imbauan pada masyarakat. Dia mengingatkan, pihak yang turut menyebarkan video bisa terkena jerat Undang-undang ITE.
Meski begitu, sejauh ini belum ada warga yang mengadukan soal kerugian imbas beredarnya video porno itu. Baik yang merasa menjadi korban, atau dirugikan karena dianggap resah.
Sehingga, sementara pihaknya memberikan imbauan masyarakat agar tak menyebarluaskan video itu dan sebaiknya menghapusnya saja.
"Belum ada laporan dari masyarakat yang merasa dirugikan karena beredarnya video ini. Yang jelas kami meminta masyarakat agar tetap tidak disebarluaskan lagi. Kalau bisa dihapus saja," katanya.
"Kalau sewaktu-waktu ada yang melapor, siapapun yang menyebarkan juga bakal terkena imbasnya," katanya menambahkan.
Berita Terkait
-
Wanita di Sumbar Lapor Hotman Paris Gegara Video Pornonya Tersebar dan Kasusnya Dihentikan, Polisi: Tidak Cukup Bukti!
-
4 Fakta tentang Al Rihla, Bola Piala Dunia yang Ternyata Dibuat di Madiun!
-
Jenguk Kekasih Di Lapas Madiun, Perempuan Muda Ini Bikin Kaget Sipir: Kolor Dibuka Isinya Bungkusan Plastik Panjang
-
Pensiunan PNS Ikut Jadi Tersangka Korupsi Pupuk Bersubsidi di Madiun
-
Terdakwa Narkoba Ngaku Beli Sabu dari Anggota TNI, Danrem 081 Madiun Membantah
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Sulap Sampah Plastik Menjadi Kostum Jutaan Rupiah, Kisah Gotong Royong Kampung Pancasila Gunungsari
-
Buntut Penggerebekan Suami Bidan, Oknum Dokter Kepala Puskesmas Robatal Resmi Dipecat
-
Viral Status 'Leren Sik' Wakil Ketua DPRD Jatim: Tak Ada Potret Wapres Gibran
-
Bandara Dhoho Kediri Resmi Jadi Embarkasi Haji 2027, Layani 15 Daerah Sekaligus
-
Dukung Tumbuh Kembang Anak, BRI Prioritas Perluas Privilege Lewat Kolaborasi dengan Sequoia School