SuaraJatim.id - Sabtu malam menjadi hari paling kelam dialami Reno Duwi Ardiansa, 26 November 2022. Ia adalah security Pakuwon City. Dirinya di bawah naungan PT Mahawangsa. Saat itu gilirannya untuk menjaga keamanan di perumahan elit Surabaya Barat tersebut.
Tiba-tiba datang tiga orang tak dikenal masuk ke komplek perumahan yang dijaganya. Mereka dikejar gangster sebanyak 50 orang. Semuanya membawa senjata tajam. Sayangnya, satu diantara tiga orang itu harus jatuh karena menabrak road barrier.
Melihat kondisi tersebut, penjaga keamanan itu berusaha untuk menolong pria yang jatuh itu. Namun, pria kelahiran 2000 itu malah dibacok. Luka robek dari bacokan itu sepanjang 7 sentimeter.
"Klien saya sempat dirawat. Namun, sekarang sudah keluar. Usai kejadian juga kami langsung laporan ke Polsek Mulyorejo. Namun akhirnya kasus itu ditangani di Polres Tanjung Perak," kata May Cendy Aninditya Wilis Putri, penasihat hukum korban, Kamis (1/12/2022).
Bahkan, advokat dari kantor Johanes Dipa Widjaja itu menjelaskan kalau kliennya hingga kini belum bisa bekerja. Trauma atas kejadian itu masih sangat besar dirasakannya.
"Ia (Reno) masih takut untuk bekerja. Saya meminta agar polisi bisa mengusut tuntas praktik gangster itu," katanya menambahkan.
Namun kini Polres Pelabuhan Tanjung Perak sudang mengamankan tujuh orang dari gangster tadi. Enam diantaranya masih berusia di bawah umur. Awalnya polisi mengamankan 10 orang. Namun, tiga dari mereka tidak ikut dalam penyerangan.
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Anton Elfrino Trisanto mengatakan, dua orang yang mengalami luka dari sabetan celurit. "Salah satu dari korban pembacokan itu juga anggota gangster," ucapnya.
Selain menyerang Reno dan Faruk, Komplotan gangster itu juga sempat merusak kaca Pos Security dengan senjata tajam dan Stik Golf. Kemudian saat mengetahui ada pihak security yang datang para sekelompok pemuda itu langsung melarikan diri.
Baca Juga: Gaduh Konvoi Gangster di Surabaya, Anak Risma Sebut: Ada yang Bilang Terpengaruh Pemuda Madura
Salah satu motif dari tindakan itu adalah balas dendam. Karena tawuran sebelumnya, anggota geng pelaku itu kalah melawan geng korban. "Sajamnya beli di Madura seharga Rp 300 ribu. Orang tua saya tidak tahu. Jadi saya cuman ikut-ikutan," ucap salah satu tersangka.
Selain mengamankan 7 pelaku polisi menyita barang bukti, CCTV TKP, tiga unit motor, tujuh buah senjata tajam jenis Celurit dan Pedang, dua buah stik golf, satu potongan besi, pecahan kaca pos security dan sembilan unit handphone.
Atas perbuatannya 7 Gangster dijerat dengan Pasal 170 ayat (1) dan/atau Pasal 351 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 160 KUHPidana dan atau Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Darurat No. 12 Tahun 1951 tentang senjata tajam.
Kontributor : Yuliharto Simon Christian Yeremia
Berita Terkait
-
Gaduh Konvoi Gangster di Surabaya, Anak Risma Sebut: Ada yang Bilang Terpengaruh Pemuda Madura
-
Surabaya Jadi Kota dengan Nilai Belanja Produk Dalam Negeri & UMK Terbesar
-
Surabaya jadi tuan rumah peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2022
-
BIN siap gunakan AMN Surabaya sebagai tempat pembinaan Mahasiswa
-
Gangster Mau Pamer Kekuatan di Surabaya Segera Disikat Polisi
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Bukannya Dapat Penghargaan, 7 Polisi Penangkap 3 Legislator Gerindra Malah 'Dibuang' ke Polsek
-
Pendampingan Tim Patriot Brawijaya Bikin Warga Klamono-Segun Mandiri
-
Dua Kos di Surabaya Jadi Tempat Simpan Sabu, Pengedar Raup Untung Rp500 Ribu per Gram
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga