Scroll untuk membaca artikel
Baehaqi Almutoif
Rabu, 19 Juli 2023 | 09:35 WIB
Pedagang yang sedang merapikan bawang putih yang sudah bersih dari kulitnya di Pasar Induk Kramat jati, Jakarta Timur, Jumat (07/02). [Suara.com/Alfian Winanto]

SuaraJatim.id - Harga bawang putih di Surabaya belum stabil. Kenaikan terjadi sejak Hari Raya Idul Fitri pada Mei 2023 lalu.

Nasipah, pedagang di Pasar Wonokromo Surabaya menyebut, harga jual bawang putih Rp 40 ribu per kilogramnya. Kenaikan tersebut disebabkan stok barang yang menipis.

"Memang barangnya sedikit tapi nggak sampai langka. Cuman belinya dibatasi, biasanya beli 10 karung sekarang dibatasi, di jatah enam karung," ujarnya dikutip, Rabu (18/7/2023).

Kenaikan harga bawang putih juga terjadi di Pasar Pabean Surabaya. Nur Alisa, pedagang di Pasar Pabean menuturkan, kenaikan harga terus terjadi sejak beberapa pekan belakangan.

Baca Juga: Timnas Basket Indonesia Buka Asa Lolos Kualifikasi FIBA U16 Asian Championship SEABA 2023

Untuk harga bawang putih eceran di Pasar Pabean dipatok Rp 38 ribu per kilogram.

"Dua hari ini naik bawang kating Rp 37-38 ribu, kalo bawang sico Rp 35-36 ribu. Hari minggu masih Rp 35 ribu, dari hari senin saya jualnya udah Rp 37 ribu," kata Nur.

Distributor bawang putih asal Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Wandi mengatakan, kenaikan harga juga terjadi di tingkat distributor. Kenaikan dipicu karena adanya kelangkaan barang.

"Impor bawang putih itu 'kan sudah dikuasai negara. Jadi semua yang mau impor itu ada kuotanya, sedangkan untuk mendapatkan kuota itu tidak mudah," kata Wandi.

Wandi mengaku juga kesulitan mendapatkan barang. Untuk memenuhi permintaan, dirinya harus mengumpulkan beberapa ton bawang putih dari para importir agar stok tersedia.

Baca Juga: Cedera Betis, PSIS Semarang Tanpa Vitinho Dua Pekan

"Beli di sini-sini. Kan nggak bisa impor saya karena nggak punya izin. Karena izin itu dimonopoli orang tertentu. Nah pembagian itu yang salah pemerintah," ungkapnya.

Load More