Baehaqi Almutoif
Sabtu, 09 September 2023 | 09:10 WIB
Helikopter BNPB type AS350B3e/PK-DAP tiba di Posko Kaliandra, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jumat (8/9/2023). [Times Indonesia]

SuaraJatim.id - Kebakaran Gunung Arjuno meluas hingga ke empat kabupaten. Kencangnya hembusan angin ditambah sulitnya medan membuat kebakaran belum semakin luas.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sampai turun tangan membantu dengan mengirimkan helikopter type AS350B3e/PK-DAP.

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto juga turun meninjau di Posko Kaliandra, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jumat (8/9/2023). Dia juga ikut rapat koordinasi penanganan kebakaran.

Berdasar update data Posko Karhutla, luasan area terbakar saat ini telah mencapai 4.796 ha.

Letjen TNI Suharyanto usai rapat memastikan BNPB akan mendukung pemadaman Karhutla dengan meluncurkan sejumlah bantuan. Salah satunya dengan menambah helikopter Superpuma dengan tipe AS332C1/PK-DAN yang memiliki kapasitas angkut air sebanyak 4000 liter.

Tidak hanya itu, BNPB juga menyerahkan bantuan berupa dana senilai Rp750 juta dan sejumlah peralatan penanganan kekeringan dan Karhutla.

"Sebetulnya, penanganan water bombing itu adalah upaya terakhir. Yang perlu diperkuat adalah penanganan darat dengan melibatkan personel yang kuat dan peralatan yang lengkap," ujarnya dikutip dari Times Indonesia--jaringan Suara.com.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan yang memicu kebakaran. Sebab, mayoritas kebakaran hutan akibat ulah manusia yang kurang disiplin dan melanggar aturan.

Sekdaprov Jatim Adhy Karyono mengucapkan terima kasih kepada BNPB terkait bantuan helikopter water bombing. Dia menyebutkan, sejauh ini titik api yang sebelumnya 156 titik sudah berkurang.

Baca Juga: 26 Tersangka Ditangkap Terlibat Kasus Karhutla di Sumsel, Ini Motifnya

"Kami yakin, dengan water bombing dan aksi pemadaman melalui darat yang kita lakukan secara bahu membahu dengan TNI, Polri dan masyarakat, penanganan kebakaran ini bisa segera selesai," katanya.

Load More