SuaraJatim.id - Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur Daniel Rohi menyoroti laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) gubernur tahun anggaran 2023.
Beberapa yang menjadi catata di antaranya, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) turun sebesar 0,33 poin, dari 69,92 di tahun 2022 menjadi 69,59 di tahun 2023.
Kendati secara umum capaian atas 11 indikator indeks indikator kinerja utama (IKU) mencapai 97,77 persen.
Daniel Rohi juga menyoroti inflasi yang mencapai angka 2,9 persen pada Tahun Anggaran 2023. Menurutnya, tidak bisa Pemprov Jatim menaruh kesalahan pada alam.
"Mengenai masalah inflasi, 2,9 persen, tadi dikatakan Pj. Gubernur, inflasi tersebut disebabkan oleh curah hujan dan Elnino. Jangan sekali-kali kita menyalahkan alam, buat apa ada pemerintah kalau tidak bisa mengantisipasi," katanya, Rabu (3/4/2024).
Harusnya, kata dia, pemerintah provinsi melakukan langkah antisipasi untuk mempersiapkan segala kemungkinan, termasuk perubahan cuaca. Daniel yakin dengan langkah yang tepat harga-harga bisa terjaga.
"Pemprov harus mengambil langkah yang prediktif dan antisipasi, kapan ada bencana dan apa yang harus dibuat. Jangan saat inflasi datang, malah menyalahkan alam. Walaupun alam bergoncang pemerintah tetap harus bekerja," ungkapnya.
Selama ini, pendapatan regional domestik bruto (PRDB) Jatim dikuasai tiga sektor, yakni perdagangan, perindustrian, dan pertanian.
"Anggaran pertanian itu hanya Rp300 miliar, kalau anggarannya besar saya yakin PDRB kita akan meningkat dan menjadi efek domino pada banyak sektor, seperti penurunan angka pengangguran dan angka kemiskinan," katanya.
Sebelumnya, Penjabat (Pj) Gubernur Jati Adhy Karyono menyampaikan IKLH belum maksimal karena belum optimalnya pengelolaan air limbah domestik serta UMKM. Hal itu yang membuat air limbah belum memenuhi baku mutu.
"11 indikator tersebut tercapai dengan baik. Itu merupakan hasil kerja kolektif antara eksekutif dan DPRD. Penurunan terdapat dalam indeks lingkungan hidup. Pemprov Jatim harus memberi perhatian khusus atas hal tersebut (pengelolaan air limbah)," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Siasat Pedagang Sari Kedelai Surabaya: Cara Bertahan di Tengah Badai Kenaikan Harga Plastik
-
Dilema UMKM: Naikkan Harga atau Bangkrut Gara-Gara Plastik Mahal
-
BRI Perkuat Holding Ultra Mikro, Kolaborasi Jepang Buka Akses Offshore Loan
-
Dari Gendong Arang ke Baitullah: Kisah Haru Nenek 91 Tahun JCH Tertua di Ponorogo
-
Dominasi Bank ASEAN di Global 500, BRI Tampil sebagai Kebanggaan Indonesia