SuaraJatim.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang punya kabar kurang sedap untuk para guru honrer. Tujangan yang biasanya didapatkan akan dihapus sementara.
Plt Asisten Administrasi Pemkab Lumajang, Ahmad Taufik Hidayat menjelaskan, penghapusan tunjangan untuk guru honorer tersebut mulai berlaku pada 1 Juli 2024.
Kebijakan tersebut diambil berdasarkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait penggunaan dana hibah.
"Menurut BPK (anggaran untuk honorer, red), masuk anggaran hibah yang tidak boleh diberikan terus menerus. Temuan ini muncul dari aksentuasi pemeriksaan hibah bansos," kata Taufik dilansir dari TIMES Indonesia--partner Suara.com, Jumat (5/7/2024).
Sebelumnya, Pemkab Lumajang mengurangi tunjangan untuk guru honorer dari sebelumnya Rp500 ribu menjadi Rp250 ribu per bulan.
Namun, keputusan final tunjangan tersebut pada akhirnya dihentikan sepenuhnya.
Taufik mengakui akan ada risiko bila kebijakan tunjangan tersebut dilanjutkan. "Jika tidak ada perubahan, melanjutkan anggaran ini bisa berisiko," katanya.
Perlu diketahui, Pemkab Lumajang menganggarkan Rp18 miliar terkait tunjangan yang diperuntukkan bagi 8 ribu guru honorer.
Kendati demikian, pihaknya akan berusaha untuk menganggarkan tunjangan guru honorer kembali.
Baca Juga: Bujuk Rayu Pengasuh Ponpes di Lumajang Nikahi Gadis 16 Tahun Tanpa Restu Walinya
Dia memastikan penghapusan tunjangan hanya bersifat sementara dan ada kemungkinan untuk dianggarkan kembali.
"Penghapusan ini sementara. Mungkin nanti bisa dianggarkan kembali melalui mekanisme perubahan anggaran," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Viral Lagi! Terungkap Fakta di Balik Video Santriwati Korban Eksibisionis di Probolinggo
-
Ultimatum Prabowo! Krisis Pangan Global Belum Usai, Jangan Jual Murah Beras Kita ke Luar Negeri!
-
Nasib Layanan Pasien Jantung RSUD dr Soetomo Usai Kebakaran: Manajemen Siapkan Skema Darurat
-
Presiden Prabowo Sebut Museum Marsinah Sebagai Monumen Langka Perjuangan Buruh
-
Bikin Panik! Pria Tiba-tiba Terjun ke Semak Sungai di Situbondo Saat Dibonceng Ayah