SuaraJatim.id - Banyak suku yang mendiami Provinsi Jawa Timur. Tidak hanya Jawa, ada juga Osing, Madura, dan Tengger. Hal itu memengaruhi keberagaman dialek bahasa daerah di provinsi ujung Pulau Jawa itu.
Umumnya, bahasa yang digunakan di Jawa Timur ada tiga, yakni Bahasa Jawa, Madura, dan Bajo. Dari ketiga bahasa tersebut kemudian turunannya ada enam beberapa dialek yang digunakan masyarakat.
Bahasa Jawa misalnya, memiliki empat dialek yang dipakai oleh masyakarat di Jawa Timur. Kemudian Bahasa Madura yang berbeda-beda di beberapa wilayah.
Berikut ini 3 bahasa dengan macam dialeknya yang digunakan di Jatim dirangkum dari sejumlah sumber.
1. Bahasa Jawa
Bahasa Jawa orang Jawa Timur sangat khas. Menurut Wikipedia, memiliki ciri egaliter, terus terang, dan cenderung tidak bersifat normatif layaknya bahasa Jawa baku.
Bahasa Jawa di Jawa Timur memiliki dialek yang beragam di setiap wilayah, berikut penjelasannya.
- Dialek Suroboyoan dan Malangan
Biasanya, dialek ini dikenal dengan istilah Arek. Wilayah yang menggunakan dialek ini tersebar di wilayah Surabaya dan sekitaranya, termasuk Mojokerto hingga Jombang. Kemudian Malang dan sekitarnya, serta wilayah pesisir utara, seperti Lamongan. Kemudian sebagian wilayah di sisi Timur provinsi ini.
Baca Juga: PJ Gubernur Jatim Kenakan Baju Adat Osing di HUT ke-79 RI
- Dialek Tengger
Mengutip dari laman Peta Bahasa Kemdikbud, dialek Tengger digunakan oleh masyarakat Suku Tengger di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Menurut Hanifah Nur Fitriana dalam jurnal berjudul "Variasi Dialek Tengger di Kabupaten Pasuruan, Probolinggo, dan Lumajang", Bahasa Jawa dialek Tengger masih dianggap sebagai dialek Jawatimuran, karena masih menggunakan atau mempertahankan bentuk–bentuk linguistik bahasa Jawa kuno hingga saat ini.
Dialek Tengger memang masih mengandung unsur Jawa Kuno dengan kata bahasa Jawa kekinian. Wilayah yang memakai dialek ini, yakni Kabupaten Pasuruan, Probolinggo, dan Lumajang.
- Dialek Osing
Dialek Osing dikategorikan dalam Bahasa Jawa. Penggunaannya banyak di wilayah Banyuwangi, seperti wilayah kecamatan Banyuwangi, Srono, dan Kalipuro. Dialek ini banyak dipakai orang-orang Suku Osing.
- Dialek Solo-Yogya
Dialek Solo-Yogya dikenal dengan Mataraman. Dialek ini banyak digunakan di wilayah Jawa Timur bagian Barat, misalkan wilayah Kediri, Blitar, Madiun, Trenggalek, hingga Pacitan.
2. Bahasa Madura
Bahasa Madura tidak hanya di Pulau Madura, melainkan menyebar ke beberapa wilayah di Jawa Timur. Sebenarnya, bahasa ini juga memiliki banyak ragam dialek dan tingkatan, mulai kasar, tengah, dan halus.
Umumnya, dialek Sumenepdianggap paling halus dibanding dengan wilayah lainnya. Dialek ini yang biasanya diajarkan di sekolahan.
Sedangkan dialek Bangkalan dan Sampang lebih kasar. Kemudian yang tengah ada dialek Pamekasan.
Bahasa Madura juga tersebar di wilayah Tapal Kuda atau di kawasan Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi, Jember, hingga Lumajang. Dialek yang dipakai di wilayah berbeda dengan tempat lainnya.
3. Bahasa Bajo
Bahasa Bajo ternyata dipakai juga di Jawa Timur, terutama di wilayah kepulauan Sumenep. Pulau Sapeken yang menggunakan Bahasa Bajo dalam tutur masyarakat. Meskipun sudah tidak sama dengan Bahasa Bajo yang dipakai di Sulawesi.
Masyarakat Pulau Sapeken menggunakan Bahasa Bajo campuran dengan Madura.
Pulau Kangean juga menggunakan bahasa campuran yang terdiri dari Bajo, Bugis, Makassar, Banjar, Jawa, Bali, Mandar. Hasilnya, unik dan menjadi ciri khas sendiri.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
5 Fakta Kasus Satpam Perkosa Siswi SMP di Tuban: Kenalan Lewat Telegram, Disetubuhi di Kos!
-
WNA Asal Malaysia Terancam Hukuman Mati di Surabaya, Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Antisipasi Gas Beracun hingga Longsor, Wisata Kawah Ijen Ditutup Sementara
-
BRI Sambut Tahun Kuda Api dengan Imlek Prosperity 2026
-
3 Fakta Ayah dan Anak Terseret Lahar Semeru, Siswi SD Hanyut 5 Meter di Sungai Regoyo