SuaraJatim.id - Kepala Kantor Perwakilan United Nations International Children's Emergency Fund (UNICEF) Jawa Timur Arie Rukmantara mengungkapkan imunisasi sangat penting bagi anak. Mengabaikannya akan menimbulkan banyak kerugian, termasuk pada keuangan negara.
"Kerugian tidak menganggap penting imunisasi itu, salah satunya hilangnya keuangan negara jadi lebih besar karena harus merawat penyakit-penyakit yang harusnya bisa dicegah," katanya di Surabaya, Kamis (12/9/2024).
Pihaknya berkomitmen untuk memastikan hak anak memperoleh imunisasi dapat terpenuhi. "Temuan terbaru menunjukkan bahwa masih banyak anak yang tidak mendapat imunisasi rutin lengkap. One is too many. Satu saja anak terlewat, sudah terlalu banyak," katanya.
UNICEF bekerja sama dengan Pemprov Jatim dan Portal Kesehatan Masyarakat (Portkesmas) untuk menggelar Pelatihan Komunikator Kesehatan. Harapannya bisa membantu mensosialisasikan pentingnya imunisasi dasar terhadap anak.
"Itu hak anak yang harus di penuhi dan sudah dijamin oleh negara bahwa setiap anak harus dapat imunisasi," katanya.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Jawa Timur, dr Waritsah Sukarjiyah mengatakan, imunisasi sangat penting karena menjadi salah satu indikator penanganan program kesehatan, seperti menurunkan angka kematian ibu dan bayi, mengurangi prevalensi stunting, serta TBC.
"Kalau stunting banyak bagaimana generasi kita. Karena salah satu indikator (menangani) di stunting itu adalah imunisasi dasar lengkap, kalau salah satu variabel itu tidak tercapai berarti untuk stunting juga berpengaruh," katanya.
Program bersama UNICEF sangat penting untuk menggencarkan sosiliasasi imunisasi ke masyarakat.
"Pelibatan anak muda jadi energi baru bagi kami dalam memastikan semua anak di Jawa Timur terlindungi dari berbagai penyakit dengan imunisasi," tandasnya.
Baca Juga: Tubuh Memar-Memar, Bocah 3 Tahun di Banyuwangi Diduga Dianiaya Ibu Tiri
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Mau Ajukan Kartu Kredit Online? Kenali 4 Pilihan Kartu Kredit Bank Mega dan Keunggulannya
-
Didesak Mahasiswa, Dua Universitas di Jember Ogah Tanda Tangan Penolakan SPPG di Kampus
-
Jebol di Siang Bolong: Tahanan Narkoba Rutan Bangil Kabur Lompat Tembok
-
Teka-teki Mayat Wanita di Mobil Bandara Juanda Terkuak: Ternyata Pejabat di Pemkab Bangkalan
-
Nestapa Peternak Ayam Petelur di Magetan: Pakan Mencekik, Hasil Ternak Jadi Pajangan Gudang