Fabiola Febrinastri | Iman Firmansyah
Rabu, 13 November 2024 | 11:49 WIB
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono meraih penghargaan sebagai Kepala Daerah Peduli Penyiaran dari Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur Tahun 2024. (Dok: Pemprov Jatim)
(Dok: Pemprov Jatim)

Untuk itu, Pj Gubernur Adhy mengapresiasi dengan adanya gelaran anugerah penyiaran KPID ini. Dikatakannya acara ini adalah sebuah bentuk apresiasi kepada lembaga penyiaran yang berjuang menghadirkan program berkualitas, mengedukasi dan membawa dampak positif bagi masyarakat.

“Di tengah kemajuan teknologi dan tantangan penyiaran digital yang sangat dinamis, dedikasi lembaga penyiaran untuk tetap menyajikan konten yang bermutu dan beretika adalah upaya yang patut kita dukung dan apresiasi,” tuturnya.

“Terlebih lagi, juga diberikan penghargaan Lifetime Achievement Award kepada dua tokoh besar bangsa, yakni KH. Hasyim Asy’ari dan Bung Tomo yang merupakan tokoh Jawa Timur yang menjadi Inspirator dan penggerak siaran kemerdekaan Indonesia,” tambah Adhy.

Oleh karenanya, Pj Gubernur Adhy berharap dengan diadakannya anugerah ini, menjadi motivasi dalam menghasilkan karya-karya yang berkiprah membawa kemajuan bagi Jawa Timur dan Indonesia. “Selamat kepada seluruh penerima anugerah penyiaran KPID Jawa Timur Tahun 2024, semoga ini menjadi pelecut dan cambuk untuk terus memproduksi karya yang bermanfaat dan membawa kemajuan bagi bangsa dan negara,” tandasnya.

Baca Juga: Yankes Bergerak ke Pulau Sapudi, Siap Beri Layanan Kesehatan Gratis Bagi Masyarakat di Kepulauan Madura

Sementara itu, Ketua KPI Pusat Ubaidillah mengatakan gelaran anugerah penghargaan penyiaran KPID Jawa Timur 2024 kali ini memiliki arti yang mendalam, karena dilaksanakan bertepatan dengan nuansa kepahlawanan, karena penyiaran memiliki hubungan yang erat dengan perjuangan pahlawan dalam merebut kemerdekaan.

“Kita akan temukan hubungan penyiaran yang sangat berperan dalam upaya revolusioner kemerdekaan, Bung Tomo memanfaatkan radio sebagai saluran komunikasi perjuangan arek-arek Suroboyo. Pidato Bung Tomo yang berkobar-kobar juga dipengaruhi semangat resolusi jihad yang difatwakan Hadratussyeikh Hasyim Asy’ari,” katanya.

Ketua KPI pusat ini juga mengingatkan, meski gelombang tantangan informasi berubah di era disrupsi digitalisasi, hal tersebut janganlah merubah industri penyiaran dalam menyelenggarakan prinsip-prinsip dalam melakukan penyiaran.

“Arsitektur penyiaran boleh saja berubah, teknologi boleh maju dan berkembang cepat, tetapi sebagai jangkar nilai kepahlawanan harus terus disematkan dalam sajian informasi lembaga penyiaran,” pungkasnya.

Baca Juga: Terima Penghargaan Baznas Jatim Award 2024, Pj. Gubernur Adhy Ajak Tingkatkan Pengelolaan Zakat

Load More