SuaraJatim.id - Nasib pilu dialami petani di Kecamatan Plosokaten, Kabupaten Kediri. Banjir bandang yang menerjang, Rabu (29/1/2025), meluluhlantakkan sawah dan kolam ikan.
Semuanya lenyap disapu banjir bandang. Puluhan hektare lahan rusak.
Salah seorang petani nanas di Desa Trisulo, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Sukadi mengatakan, tanaman nanas miliknya rusak diterjang banjir. Semua tanaman tercabut dari tanah.
“Ada puluhan hektare yang terdampak. Perkiraan kalau kerugian bisa ratusan juta (rupiah),” kata Sukadi dilansir dari Metaranews.co--partner Suara.com, Sabtu (1/2/2025).
Tidak hanya nanas, banjir bandang juga merusak tanaman yang tumbuh di lahan miliknya. “Tidak hanya nanas, cabai dan sawah juga diterjang banjir,” katanya.
Sementara itu, banjir bandang juga menghanyutkan ikan yang ada di kolam budidaya milik warga Desa Pranggang, Kecamatan Plosoklaten.
Muhammad Ahsar Farizen, warga Desa Pranggang pemilik salah satu kolam ikan mengaku rugi Rp50 juta.
Padalah ikan koi yang sedang dibudidaya sebentar lagi akan panen. Beberapa pelanggan di sejumlah daerah sudah memesan.
Sementara kolam budidaya ikan milik Faris saat ini kondisinya rusak akibat diterjang banjir. “Kalau kerugian kolam dan ikan mencapai 50 jutaan rupiah, (kerugian) kotor,” ungkap Fariz.
Baca Juga: Pria yang Bersama Antok Pelaku Mutilasi di Kediri Sempat Bertanya Isi Koper Merah
Kalaksa BPBD Kabupaten Kediri, Stefanus Djoko Sukrisno menyampaikan tengah mendata sarana prasarana yang rusak diterjang banjir bandang.
Beberapa fasilitas umum sudah dilakukan perbaikan. Banjir bandang beberapa waktu sempat merendam sembilan rumah warga. Kemudian jalan penghubung desa juga terputus.
“Ada sembilan rumah sempat terendam air dan juga jalan penghubung desa putus. Kalau lahan pertanian dan perikanan di asesmen dinas terkait,” kata Djoko.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
KADIN Surabaya Geram Listrik Byar Pet Sudah 2 Minggu: UMKM Rugi Besar
-
Bayang-Bayang Badai PHK Massal Menghantui Raksasa Otomotif di Mojokerto, Apa Kata Disnaker?
-
Munas dan Konbes NU di Ponpes Al-Falah Ploso Berlangsung Tegang, Aksi Saling Dorong Terjadi
-
Dosen Unair Ikut Demo Bersama Aliansi Rakyat Surabaya Menggugat, Tuntut Prabowo-Gibran Mundur
-
RSUD Dr Soetomo Peringkat Pertama Nasional SCImago International Rankings 2026 Sektor Kesehatan