SuaraJatim.id - Sebuah video yang memperlihatkan detik-detik ambruknya atap di SDN Kutorenon 3, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, viral di media sosial.
Video tersebut dibagikan oleh akun TikTok @feedgramindo4, memperlihatkan atap salah satu ruang kelas yang perlahan runtuh dan menimpa meja serta kursi di dalam ruangan.
Dalam rekaman terlihat material bangunan seperti genting dan kayu runtuh ke tanah, hingga menutupi hampir seluruh bagian kelas.
Terdengar pula suara seorang pria dalam video yang memperingatkan, “Minggir kamu, minggir. Takut kena kepalamu.”
Beberapa saat kemudian, atap benar-benar roboh disertai teriakan panik dari siswa dan guru di sekitar lokasi.
Beruntung, seluruh siswa telah dievakuasi dari ruang kelas sebelum kejadian terjadi, sehingga tidak ada korban jiwa.
Berdasarkan keterangan yang beredar, peristiwa ini terjadi akibat kondisi bangunan yang sudah tua dan lapuk.
Setelah insiden tersebut, untuk sementara waktu kegiatan belajar mengajar dipindahkan ke Gedung TK setempat.
Pendidikan Bagus
Baca Juga: Heboh Kades di Lamongan Diduga Selingkuh dengan Sekdes
Pendidikan yang bagus bukan sekadar soal nilai tinggi atau fasilitas mewah.
Pendidikan yang baik adalah sistem yang mampu membentuk karakter, mengasah kemampuan berpikir kritis, dan membekali peserta didik dengan keterampilan hidup yang relevan dengan zaman.
Ciri-ciri pendidikan yang bagus meliputi:
Akses yang Merata
Semua anak, tanpa memandang latar belakang ekonomi, geografis, atau sosial, memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.
Fasilitas dan Lingkungan yang Layak
Gedung sekolah yang aman dan nyaman, guru yang kompeten, serta sarana belajar yang memadai adalah syarat dasar.
Kurikulum yang Relevan
Pendidikan harus mengikuti perkembangan zaman, termasuk penguatan literasi digital, kecakapan emosional, dan pemecahan masalah.
Penguatan Karakter
Nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, toleransi, dan cinta tanah air harus ditanamkan sejak dini.
Keterlibatan Semua Pihak
Pendidikan yang bagus tidak hanya ditopang oleh guru dan sekolah, tetapi juga oleh dukungan orang tua, masyarakat, dan kebijakan pemerintah yang berpihak pada siswa.
Pendidikan yang bagus adalah hak setiap anak, bukan privilese segelintir orang. Bila ingin bangsa maju, maka pendidikan harus menjadi prioritas utama bukan hanya dalam kata-kata, tapi dalam kebijakan dan tindakan nyata.
Lumajang
Kabupaten Lumajang adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibu kotanya adalah Kecamatan Lumajang Kota.
Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Probolinggo di utara, Kabupaten Jember di timur, Samudra Hindia di selatan, serta Kabupaten Malang di barat.
Kabupaten Lumajang merupakan bagian dari wilayah Tapal Kuda Jawa Timur.
Lumajang merupakan salah satu kabupaten yang rawan bencana, khususnya letusan Gunung Semeru.
Letusan akhir-akhir ini terjadi pada 4 Desember 2021, sekitar pukul 15.20 WIB. Wilayah yang paling terdampak yakni desa Supiturang, kecamatan Pronojiwo, Lumajang.
Geografi
Kabupaten Lumajang terletak pada 112°53'–113°23' Bujur Timur dan 7°54'–8°23' Lintang Selatan. Luas wilayah keseluruhan Kabupaten Lumajang adalah 1790,90 km2. Kabupaten Lumajang terdiri dari dataran yang subur karena diapit oleh tiga gunung berapi yaitu:
Gunung Semeru (3.676 m)
Gunung Bromo (2.329 m)
Gunung Lemongan (1.651 m)
Kabupaten Lumajang merupakan salah satu kabupaten yang terletak di kawasan Tapal Kuda Provinsi Jawa Timur. Di bagian barat, yakni di perbatasan dengan Kabupaten Malang dan Kabupaten Probolinggo, terdapat rangkaian Pegunungan Bromo-Tengger-Semeru, dengan puncaknya Gunung Semeru (3.676 m) dan Gunung Bromo (2.392 m). Gunung Semeru adalah gunung tertinggi di Pulau Jawa.
Bagian timur laut merupakan ujung barat Pegunungan Iyang. Sedangkan bagian selatan merupakan daerah datar, dengan sedikit wilayah berbukit hingga bergunung di sebelah barat.
Ketinggian daerah Kabupaten Lumajang bervariasi dari 0-3.676 m dpl., dengan daerah yang terluas adalah pada ketinggian 100–500 m dari permukaan laut, yakni seluas 63.405,50 Ha (35,40 % wilayah); dan yang tersempit adalah pada ketinggian 0–25 m dpl yaitu seluas 19.722,45 Ha atau 11,01 % dari luas keseluruhan Kabupaten.
Kontributor : Mira puspito
Berita Terkait
-
Heboh Kades di Lamongan Diduga Selingkuh dengan Sekdes
-
Viral Warga Blitar Tergeletak Terluka Parah, Penyebabnya Masih Misteri
-
BRI Dorong Pemerataan Pendidikan di Daerah 3T Lewat Inovasi Teknologi
-
BRI Dukung Pemerintah Menyediakan Pendidikan Berkualitas lewat Program BRI Peduli Ini Sekolahku
-
Viral Sejumlah Orang Bawa Sajam di Puskesmas Bangkalan, Ternyata Pemicunya Gegara Klakson
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lewat BRIVolution Reignite, BRI Bukukan Transaksi Rp7.057 Triliun
-
5 Fakta Pemuda Begal Payudara Siswi SMA Blitar Saat Puasa, Dikejar Warga hingga Diringkus Polisi
-
Ibu-Anak Tewas Tanpa Busana di Bekas Asrama Polri Jombang, Diduga Tenggak Cairan Kimia
-
5 Fakta Kasus Satpam Perkosa Siswi SMP di Tuban: Kenalan Lewat Telegram, Disetubuhi di Kos!
-
WNA Asal Malaysia Terancam Hukuman Mati di Surabaya, Terlibat Jaringan Narkoba Internasional